4 Skenario Armageddon Menurut Sains

Be Sociable, Share!

Banyak hal dapat menyebabkan Armageddon (kiamat) dan memusnahkan umat manusia. Menurut Stephen Hawking, dengan ada nya perubahan iklim, pandemik mematikan, dan ledakan pertumbuhan populasi, waktu manusia untuk tinggal di bumi diperkirakan sekitar 100 tahun lagi.

Namun, bagaimana bila semua faktor yang disebutkan oleh Hawking tidak terjadipun, Bumi tidak akan ada selama – lamanya. Tanpa campur tangan manusia sekalipun, ada empat skenario yang menurut sains, sangat mungkin menjadi penyebab Armageddon.

Asteroid

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature, para peneliti mengestimasi bahwa sebuah tabrakan antara bumi dengan asteroid berukuran satu kilometer dapat memenuhi langit dengan puing-puing yang dapat memblokir cahaya matahari selama berbulan – bulan. Apabila yang menabrak bumi adalah sebuah asteroid berukuran 10 kilometer yang terjadi pada jaman dinosaurus, akan menyebabkan kepunahan dengan efek kerusakan yang terasa hingga jutaan tahun kemudian.

Namun menurut para peneliti, kemungkinan terjadinya tabrakan dengan asteroid yang dapat menyebabkan armaggedon yang berakibat kepunahan umat manusia di bumi, hanya terjadi sekali dalam beberapa miliyar tahun.

Sinar Gamma

Para astronomer telah lama mengamati cahaya terang dari galaksi lain yang disebabkan oleh bintang yang saling bertabrakan atau pembentukan lubang hitam. Menurut perkiraan mereka, energi dari cahaya ini, sebanding dengan ratusan bom nuklir. Menurut para peneliti dalam International Journal of Astrology, apabila ledakan cahaya ini terjadi di galaksi kita, semburan sinar gamma ini akan menyebabkan armageddon, yang akan menghapus lapisan ozon dari permukaan bumi dan menyebabkan kematian semua organisme.

Namun, sama halnya seperti skenario sebelumnya, kemungkinan terjadinya semburan sinar gamma ini, hanya sekali dalam satu juta tahun.

Super Volcano

Di bawah Yellowstone National Park, Wyoming, terdapat super volcano terbesar di dunia. Jika super volcano ini meletus, dampaknya akan 10.000 kali lebih besar daripada letusan gunung St.Helen di tahun 1980 yang menghancurkan hutan dan membunuh puluhan orang. Letusan super volcano juga akan menyemburkan banyak kotoran ke atmosfer yang akan dirasakan di seluruh dunia.

Namun, untuk skenario armageddon satu ini, kemungkinan terjadinya sangat kecil. US Geological Survey menyatakan bahwa kemungkinan super volcano ini meletus adalah 0,00014 persen.

Matahari

Saat ini, matahari hanyalah bintang kuning membara yang memancarkan cahaya hangat bagi bumi. Namun menurut para ilmuwan, ketika hidrogen pada pusat matahari habis yang diperkirakan akan terjadi sekitar 7 miliar tahun lagi, matahari akan mengembang menjadi raksasa merah yang mengambil tempat bumi mengorbit.

Para peneliti masih belum yakin apakah bumi akan ditelan oleh matahari bila hal ini terjadi. Sebab, matahari yang telah mengembang ini, akan kehilangan beratnya dalam proses tersebut dan tarikan gravitasinya terhadap bumi juga akan berkurang. Hal ini tidak berarti bahwa bumi akan aman. Peningkatan temperatur yang drastis masih mengancam akan membakar bumi dan seluruh isinya.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!