7 Rahasia Ratu Elizabeth II

Be Sociable, Share!

Ratu Elizabeth II merupakan pemimpin monarki tertua sepanjang sejarah dunia, 64 tahun. Namun sebagaimana orang biasa, sang ratu dari Britania Raya ini tentu memiliki beberapa rahasia yang hanya diketahui kerabat terdekatnya.

Salah satu kerabat sekaligus sahabat terdekat Ratu Elizabeth II Margaret Rhodes, mengungkap beberapa rahasia Ratu Elizabeth II dalam buku berjudul The Final Curtsy: A Royal Memoir By the Queen’s Cousin. Rhodes merupakan sepupu dari sang ratu. Ia juga menjadi pendamping pengantin saat Ratu Elizabeth II menikah dengan pangeran Philip pada November 1947. Margaret Rhodes wafat di usia 91 Tahun pada November lalu.

Berikut adalah beberapa rahasia sang Ratu Elizabeth II yang diungkap Rhodes dalam buku yang diterbitkan oleh Margaret Rhodes.

Putri Elizabeth saat muda suka lomba makan

Rhodes dan Putri Elizabeth mengikuti lomba makan di Birkhall, Balmoral Estate, Skotlandia. Lomba tersebut merupakan lomba makan roti lapis berisi selai Gold Syrup terbanyak. Menurut Rhodes, Putri Elizabeth menikmati lomba ini. Ia hanya mengingat gelarnya saat menuntut untuk memperoleh tempat duduk di kursi kayu yang dipenuhi peserta.

Ratu Elizabeth II tak ingin menjadi Ratu.

Putri Elizabeth tiba-tiba berada dalam urutan kepemimpinan Kerajaan Inggris setelah pamannya Edward VIII mundur. Setelah ayahnya Raja George VI mangkat, ia harus memimpin Inggris. Pada bukunya, Rhodes, menulis bahwa Putri Elizabeth sangat menginginkan seorang saudara laki – laki agar ia tidak harus menjadi ratu dan memimpin Britania Raya.

Sang ibu, Ratu Elizabeth I menggunakan tikus mati sebagai target latihan menembak.

Ibu Putri Elizabeth melatih kemampuan sang putri dalam menembak dengan menjadikan tikus mati sebagai target sasaran. Kemampuan ini sangat penting karena Inggris saat itu sedang terlibat Perang Dunia. Rhodes juga mengungkapkan Raja George VI menyimpan sepucuk revolver untuk melindungi diri jika ada tentara musuh mendekat.

Putri Elizabeth jatuh cinta setengah mati pada Pangeran Philip.

Putri Elizabeth mencintai Pangeran Philip sejak masih belia. Rhodes mengenang Elizabeth sangat tidak sabar menanti pujaan hatinya kembali dari perang. Rhodes juga menulis bahwa sang putri tak pernah memperhatikan pria lain. Dia jatuh cinta pada Philip sejak dulu.

Pesta pernikahan Putri Elizabeth sempat terganggu.

Pesta pernikahan Putri Elizabeth dengan Pangeran Philip ternyata tak sesempurna yang dibayangkan. Rhodes menulis pembawa buket bunga lupa menyimpan buketnya di peti es agar buket bunga tersebut tetap segar. Tiara Putri Elizabeth sempat terjatuh dan rusak sehingga harus diperbaiki sebelum pesta. Sekretaris pribadi Putri Elizabeth terpaksa meminjam mobil Raja Norwegia yang baru saja tiba, untuk mencari kalung mutiara yang diinginkan Putri Elizabeth di antara kado di Istana St James.

Putri Elizabeth sangat menderita berada di Afrika saat ayahnya mangkat.

Dalam surat kepada Rhodes, Putri Elizabeth yang tengah berada di Kenya bersama Pangeran Philip pada Februari 1952, menyatakan kesedihannya karena berada jauh dari ayahanda yang wafat saat itu. Ia juga merasa sangat terpukul karena tidak bisa berada disana bersama dengan ibunya dan Margaret dan tidak bisa melakukan apapun karena jauh dari rumah.

Ratu Elizabeth II berusaha melindungi cucunya saat Putri Diana wafat.

Saat Putri Diana meninggal dalam kecelakaan tragis pada 1997, rakyat Inggris meminta Kerajaan untuk menunjukkan rasa duka secara lebih terbuka. Namun Rhodes menulis bahwa keinginan utama sang ratu saat itu adalah untuk melindungi pangeran William dan pangeran Harry dari perhatian publik.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!