Ahok Menangis Saat Teringat Ayah Angkat yang Muslim

Be Sociable, Share!

Ahok Menangis Saat Teringat Ayah Angkat yang Muslim

Ahok Menangis Saat Teringat Ayah Angkat yang Muslim – Kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok digelar pada hari ini, 13 Desember 2016. Sidang dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB.

“Sidang tetap di PN Jakarta Utara, yang sekarang bertempat di Jalan Gajah Mada nomor 17. Ditetapkan oleh majelis hakim di sana,” ucap Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Hasoloan Sianturi, Jumat 9 Desember 2016.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak tahan membendung air matanya. Dia menangis saat menceritakan masa lalunya dalam pembacaan nota keberatan di persidangan.

“Saya tidak habis pikir dituduh sebagai penista agama Islam,” ujar Ahok dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016).

Ahok lalu menceritakan masa lalunya. Dia lahir dari keluarga non-muslim, tapi diangkat anak oleh pasangan muslim, yaitu Andi Baso Amir. Dia adalah mantan Bupati Bone tahun 1967-1970 dan adik kandung Panglima ABRI M Yusuf.

“Saya tidak habis pikir saya dituduh menista agama dan kitab suci orangtua angkat saya yang Islamnya sangat taat,” kata Ahok.

Dalam nota keberatannya, Ahok (panggilan Basuki) mengatakan, dalam kehidupan pribadinya, dia banyak berinteraksi dengan teman-temannya yang beragama Islam

Selain itu, dia juga mengatakan belajar dari guru-gurunya yang beragama Islam dari kelas I SD sampai III SMP.

“Saya tahu harus menghormati ayat suci Al Quran,” kata Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajahmada, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

“Ayah angkat saya mantan Bupati Bone pada tahun 1967-1970, beliau adik kandung mantan Panglima RI, almarhum Jendral Purn Muhammad Yusuf,” kata Ahok lagi.

“Ayah saya dan ayah angkat saya bersumpah menjadi saudara, sampai akhir hayatnya. Kecintaan dua orangtua angkat saya kepada saya sangat berbekas,” ucapnya lagi.

“Saya sangat sedih, saya dituduh menista agama Islam. Karena tuduhan itu sama saja mengatakan, saya menista orangtua angkat, kakak angkat saya, yang saya sayangi,” ujar Ahok.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menilai, menangisnya Ahok tak bisa disebut akting. Sebab, akting dilakukan orang yang tingkat pengendalian dirinya tinggi. Kalau Ahok harus akting, tidak sesuai dengan karakternya selama ini.

“Saya nonton dan lihat dia menangis, ada yang menggoncang sendi keyakinan dia. Pasal penistaan agama itu bukan soal hukum, tetapi soal keyakinan. Beda dengan korupsi, atau kasus umum. Apalagi, mendatangkan reaksi dari banyak orang, tentu mengguncang,” kata Fahri.

Baca juga berita terkini lainnya di Detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!