Ahok Resmi Cabut Permohonan Banding

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mencabut banding atas hukuman penjara dua tahun atas kasus penistaan agama di tengah seruan badan HAM PBB untuk membebaskan mantan gubernur DKI Jakarta itu. Putusan pencabutan banding itu dilakukan oleh Ahok dan pihak keluarga setelah tim kuasa hukum menyerahkan memori banding di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, kata salah seorang kuasa hukum Ahok, I Wayan Sudirta.

Langkah ini diambil di tengah desakan dari berbagai badan Internasional. Badan HAM PBB Asia mendorong Indonesia untuk segera meninjau kembali dan membatalkan hukuman terhadap mantan gubernur Jakarta (Ahok) tersebut. Menurut Badan HAM tersebut, hukum penistaan tidak memiliki tempat di negara toleran seperti Indonesia. Hukum ini dianggap merusak hak kebebasan beragama atau berkeyakinan dan mengganggu hak kebebasan berpendapat.

Selain PBB, sejumlah organisasi HAM, termasuk Amnesty International juga menyerukan pembebasan Ahok dari hukuman kasus penistaan agama yang menimpanya. Parlemen Belanda juga menyerukan pembebasan Ahok dalam debat bersama Menteri Luar Negeri Bert Koenders pada Rabu (10/05) lalu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kuliah umum di Oxford Centre for Islamic Studies Kamis (18/05) mengatakan, Inggris dan negara-negara di Eropa memiliki undang-undang dan sistem hukum yang berbeda untuk persoalan ini. Kalla juga mengatakan, sebagai bagian dari sistem demokrasi kita harus menegakkan tatanan hukum, kemandirian lembaga peradilan, dan menghormati satu sama lain.

Menurut I Wayan Sudirta, pencabutan banding ini sudah dipikirkan dan dipertimbangkan sebaik – baiknya. Menurut Ahok dan keluarga, keputusan mencabut banding saat ini adalah yang terbaik. Sehingga proses pencabutan banding pun dilakukan oleh tim kuasa hukumnya.

Ahok saat ini berada di tahanan Mako Brimob di Depok setelah sempat satu malam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Sudirta telah bertemu dengan Ahok Selasa (16/05) lalu dan dia dalam kondisi baik. Sudirta juga menyampaikan pesan Ahok mengenai pencabutan banding ini. Ia megatakan bahwa Ahok adalah orang yang percaya kepada Tuhan dan ingin mengabdi dan melayani masyarakat Jakarta khususnya. Ia juga ingin menjaga Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Oleh karena hal inilah ia harus berkorban dan menerima dengan jiwa besar, vonis yang telah dijatuhkan untuknya demi kepentingan bangsa dan negara. Sehingga pencabutan banding ini untuk kepentingan lebih luas.

Berikut adalah video dimana Veronica Tan, istri Ahok, yang membacakan surat dari Basuki Tjahaja Purnama mengenai alasan pecabutan banding atas vonisnya.

error: Content is protected !!