Aktifitas Gunung Agung Turun Dari Awas Menjadi Siaga

Be Sociable, Share!
Aktifitas Gunung Agung Turun Dari Awas Menjadi Siaga

Aktifitas Gunung Agung Turun Dari Awas Menjadi Siaga. Pusat Badan Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi Menyatakan  penerunan status Gunung Agung yang berada di bali dari levek awas menjadi level siaga. Penyampaian Penurunan status tersebut sejak hari ini Minggu sekitar pukul 16.00 WITA.

Namun masyarakat dilarang untuk beraktivitas yang berjarak 6 kilo meter kawah puncak gunung dan 7.5 km secara sektoral.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan diimbau agar tetap tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya.

“Adapun Zona Perkiraan Bahaya, kata Sutopo yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari Kawah Puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timur Laut dan Tenggara-Selatan-Barat Daya sejauh 7.5 km,” katanya, Minggu (29/10).

Sutopo menjelaskan daerah yang terdampakberada di radius 6 hinhha 7,5 km yaitu (Desa Ban) menyangkup Dusun Br.Belong, Pucang, dan Pengalusan. (Desa Sebudi) terdapat Dusun Br. Badeg Kelodan, Badeg Tengah, Badegdukuh, Telunbuana, Pura, Lebih dan Sogra. (Desa Buana Giri) terdapat Dusun Br. Kesimpar, Kidulingkreteg, Putung, Temukus, Besakih dan Jugul (Desa Besakih); Dusun Br. Bukitpaon dan Tanaharon dan (Desa Jungutan) Dusun Br. Yehkori, Untalan, Galih dan Pesagi

Menurutnya sebagian wilayah Desa Dukuh adalah daerah yang masuk dalam zona berbahaya. Masyarakat yang berada di daerah tersebut masih dalam pengungsian

Tercatat untuk pengunsu hingga sekarang berjumlah 133.457 jiwa yang terdapat di 385 titik lokasi akibat aktifitas gunung Agung yang naik, Namun sebagian besar sudah di perbolehkan balik dan untuk yang berada di radius 6 hingga 7.5 Km masih tetap menggungsi

Kepala PVMBG Kasbani Menghimbau kepada Masyarakat. Walaupun status telah turun namun belum menjamin jika gunung tertinggi di Bali itu meletus . Oleh karena itu Kasbani meminta kepada warga untuk waspada dan jika terjadi erupsi untuk segerah menjauh dari lokasi

“Karena belum sepenuhnya mereda. Sewaktu-waktu bisa saja terjadi letusana. kita harapkan aktivitasnya terus menurun,” tegasnya.

Kasbani mengungkapkan, penurunan dari status level awas menjadi level siaga  itu pihaknya telah melakukan pengamatan melalui data-data  alat-alat yang dimiliki seperti seismik, tieltmeter, GPS, penginderaan jauh dan lainnya.

Dari data-data tersebut, kata Kasbani, didapati jika selama sembilan hari terakhir mulai tanggal 20 Oktober, aktivitas gunung setinggi 3.142 mdpl itu mengalami penurunan drastis dan aktivitas kegempaan menurun.

detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!