Amerika Serikat Undang Negara Negara Penolak Resolusi PBB

Be Sociable, Share!
Amerika Serikat Undang Negara Negara Penolak Resolusi PBB

Amerika Serikat Undang Negara Negara Penolak Resolusi PBB. Duta besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nikki Haley mengundang beberapa negara untuk mengikuti pesta.

Dikarenakan negara tersebut tidak mendukung resolusi PBB untuk mengecam keputusan Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pada Kamis lalu sebuah undangan dikirim ke negara-negara yang tidak mendukung resolusi di Yerusalem untuk menghadiri sebuah resepsi bersama Haley pada bulan Januari 2018.

Didalam undangan tersbut merupakan acara sebagai ajang AS untuk mengucapkan terima kasih kepada negara-negara persahabatan mereka.

Diketahui Dalam sambutannya pada saat pemungutan suara darurat. Haley mengatakan Amerika Serikat adalah satu-satunya negara pendonor terbesar terbesar untuk PBB dan badan-badan lainnya.

Diketahui Haley memperpanjang undangan tersebut pada hari Kamis. Beberapa jam setelah Majelis Umum PBB mengeluarkan sebuah pernyataan mengenai resolusi. Mengecam pengakuan Trump pada 6 Desember mengenai Yerusalem sebagai ibu kota Israel

Sekitar sembilan negara menentang resolusi tersebut, termasuk Israel, Amerika Serikat, Guatemala, Honduras dan Togo. dan negara yang abstain yang masuk anggota yaitu Uni Eropa yaitu Polandia, Rumania, Hungaria, Republik Ceko, Kroasia dan Latvia. Dan Negara Uni Eropa yang lain termasuk di antara 128 negara telah mendukung memilih resolusi.

Sidang Resolusi tersebut adalah kesepuluh kalinya dalam sejarah PBB Majelis Umum mengadakan pemungutan suara untuk keadaan darurat.

Dalam sidang yang digelar pada 22 Desember tersebut ada sekitar 21 negara yang tidak memilih. Termasuk Kenya, yang merupakan penerima bantuan AS terbesar kelima tahun lalu. Georgia dan Ukraina, yang semuanya memiliki hubungan dekat dengan Amerika Serikat.

Diketahui Negara yang absen termasuk jarang terjadi dalam pemungutan suara darurat.

Trump pun sempat menulis di Twitter sebelum pemilihan sauara dengan menyebutkan “Kami melihat suara itu. Biarkan mereka memilih melawan kita, kita akan menghemat banyak. Kami tidak peduli.”

Banyak yang mengartikan bahwa. Kicauan Trump tersebut sebagai ancaman untuk mengurangi bantuan ke negara-negara yang memberikan suara menentang posisi Amerika Serikat di Yerusalem.

Resolusi tersebut, di dukung oleh Yaman dan Turki dengan menegaskan bahwa. Semuanya kembali apa yang sudah diputuskan PBB terhadap kota suci itu sejak 1967. Yang menyebutkan bahwa status terakhir Yerusalem harus diputuskan dalam perundingan langsung antara Israel dan Palestina.

detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!