Amerikan Serikat Memvote Dalam Dewan Keamana PBB Mengenai Yerusalem

Amerikan Serikat Memvote Dalam Dewan Keamana PBB Mengenai Yerusalem

Amerikan Serikat Memvote Dalam Dewan Keamana PBB Mengenai Yerusalem.  yang didukung 14 negara anggota lainnya. Dalam Vote tersebut berisi desakan agar Presiden Donald Trump menarik kembali pernyataan yang menyebutkan bahwa Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Negara Paman Sam yang dipojokan oleh negara anggota lainnya atas Penyataan Donald Trump. Pada saat dalam pemungutan suara dilakukan di New York, waktu lalu,untuk mengecam rancangan resolusi atas penyataan tersebut. Bahkan, Duta Besar Amerika untuk PBB, Nikki Haley pun menyebut sebagai penghinaan yang tak terlupakan.

“Amerika Serikat bukan negara yang bisa diatur terutama dalam hal di mana akan menempatkan kedutaannya,dan sangat memalukan. Padahal kami sedang melakukan upaya perdamaian. Faktanya, hak veto ini diberikan untuk membela kedaulatan AS dan untuk mempertahankan peran AS dalam membangun proses perdamaian di Timur Tengah. Ini bukan sumber rasa malu bagi kami, tetapi untuk negara anggota DK lainnya,” ucpanya

Atas pernyataan Nikki Haley membuat Israel semakin senang akan sekutnya. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji atas penyataan Nikki Haley karena telah memveto resolusi tersebut. Benjamin Netanyahu berterima kasih kepada Haley atas dukungannya

“Terima kasih, Duta Besar Haley. Di Hanukkah, Anda berbicara seperti Maccabi. Anda menyalakan lilin kebenaran. Anda menghapus kegelapan. Satu mengalahkan banyak orang. Kebenaran mengalahkan kebohongan. Terima kasih, Presiden Trump,” tulis Netanyahu di akun Twitternya.

Sebaliknya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan bahwa hak veto yang dikeluarkan Amerika Serikat sama sekali tidak memberi solusi terhadap perdamainan antara Palestina dengan Isreal.

Dirinya malah menyebut penyataan tersbut hanya menguntungkan salah satu pihak dan hanya akan merusak stabilitas perdamaian antara Palestina dengan Isrea, dan akan merusak Image Amerika Serikat Sendiri yang telah lama untuk melakukan perdamaian di wilayah Yerusalem

Dirinya menegaska Kedaulatan Israel atas Yerusalem tidak pernah diakui secara internasional oleh negara negara pada saat ini.

“Veto itu tidak bisa diterima. Hal itu hanya akan mengancam stabilitas masyarakat internasional karena sama sekali tidak ada indikasi menghargai,”

detiktribun

 

 

error: Content is protected !!