Anies Baswedan Akan Membatalkan Beberapa Peraturan Gubernur

Be Sociable, Share!

Hasil perhitungan KPU untuk Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua mencatatkan kemenangan untuk pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno atas pasangan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat. Dengan begitu, pasangan nomor urut tiga ini dipastikan menjadi pemimpin DKI periode 2017-2022. Anies – Sandi akan menjadi pemimpin Jakarta setelah dilantik pada Oktober 2017 nanti menggantikan Ahok – Djarot.

Dikabarkan, setelah resmi menjabat nanti, Anies akan membuat gebrakan dan mencabut sejumlah peraturan yang telah dijalankan oleh gubernur sebelumnya. Gubernur DKI terpilih ini menegaskan bahwa ia akan menegakkan perda dengan menutup Hotel Alexis dan tempat – tempat prostitusi lainnya di Jakarta. Hal serupa juga ditegaskan oleh Wakil Gubernur DKI terpilih, Sandiaga Uno. Penutupan Alexis merupakan bagian dari janjinya saat kampanye yang pasti akan dilaksanakan.

Saat ditanya mengapa tidak menutup Alexis, Ahok mengatakan bahwa bukan ia tak ingin menutup tempat hiburan tersebut. Namun pihaknya tidak memiliki bukti kuat terkait adanya praktik prostitusi. Jika ada buktinya, Pemprov DKI sudah pasti akan menutupnya seperti yang terjadi pada Diskotek Stadium dan Mile’s.

Tanpa bukti kuat terkait prostitusi maupun penyalahgunaan narkoba, Ahok tidak bisa menutup Hotel Alexis. Memang indikator prostitusi sulit dibuktikan ketimbang penyalahgunaan narkoba. Karena dari itu, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Anies Baswedan sebagai Gubernur terpilih DKI Jakarta 2017-2022 untuk menutup hotel tersebut.

Insgub Mengenai Pemotongan Hewan Kurban

Anies juga akan mencabut Instruksi Gubernur yang melarang pemotongan hewan kurban di sekolah. Ahok sempat mengeluarkan Instruksi Gubernur (Insgub) Pemprov DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2014 yang berupa instruksi Pengendalian, Penampungan dan Pemotongan Hewan dalam Rangka Menyambut Idul Fitri dan Idul Adha Tahun 2014/1435 H. Insgub ini mengatur agar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mengendalikan lokasi pemotongan hewan kurban di sekolah, baik untuk SD, SMP, dan SMA. Peraturan ini meliputi pelarangan kegiatan pemotongan hewan kurban di lokasi sekolah pendidikan dasar (SD).

Selanjutnya, Anies juga menegaskan akan menyokong masyarakat untuk merayakan kemenangan dengan bertakbir keliling Jakarta. Bahkan ia mengaku akan melepasnya secara bersama-sama. Ahok memang tidak pernah mengeluarkan larangan terhadap warga yang ingin takbir keliling. Dia hanya mengimbau agar peserta tertib berlalu lintas dan taat aturan.

Kegiatan Keagamaan di Monas

Larangan untuk menggelar kegiatan keagamaan di Monas juga akan dicabut oleh Anies. Menurutnya, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk melarang kegiatan keagamaan di Monas dan di tempat – tempat lainnya. Pada masa kepemimpinan Ahok, kawasan Monas hanya digunakan untuk wisata dan kegiatan olahraga. Lokasi ini tidak diperbolehkan untuk dijadikan tempat menggelar acara keagamaan. Alasan utamanya adalah masalah pedagang kaki lima (PKL). Ahok khawatir PKL akan kembali menjamur jika kawasan Monas dipergunakan untuk pergelaran acara apa pun.

Namun begitu, Anies berbeda pendapat dengan Ahok. Menurut dia, negara hendaknya berperan dalam membantu warganya untuk melaksanakan keyakinan mereka. Menurutnya, Indonesia adalah negara Pancasila denga Sila pertama yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Artinya, kegiatan keagamaan seharusnya boleh dibantu oleh pemerintah.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!