Arab Saudi Cegah Rudal Yang Mengarah Keistana Raja Salman

Arab Saudi Cegah Rudal Yang Mengarah Keistana Raja Salman

Arab Saudi Cegah Rudal Yang Mengarah Keistana Raja Salman. Koalisi pimpinan Arab Saudi  memerangi pemberontak Houthi yang berada di wilayah Yaman menyebutkan bahwa mereka berhasil mengah sebuah rudal balistik yang di tembakan oleh pemberontah Houthi  di selatan Riyadh pada Selasa, 19 Desember waktu setempat.

Bicara Houthi, Mohammed al-Bukhaiti menyampaikan bahwa pada hari Selasa menyebutkan bahwa rudal yang di luncurkan menargetkan Istana Al-Yamama untuk menandai 1.000 hari keterlibatan Arab Saudi dalam perang Yaman.Dirinya juga mengklaim serangan rudal mereka menelan korban

“Ini adalah jawaban kami untuk mereka dan kepada seluruh dunia. Semakin banyak kejahatan yang Anda lakukan, semakin tirani Anda, maka Anda tidak akan mendapat apa-apa selain lebih banyak tembakan rudal,

Pihak Saudi akan mengklaim mereka menembak jatuh rudal kami, tapi kami punya teknologi presisi yang mampu menyerang setiap target di kerajaan itu,”  ucap al-Bukhaiti.

Ia menambahkan, rudal yang ditembakkan adalah Burkan 2-H, yakni misil Scud dengan jangkauan lebih dari 800 kilometer.

Namun  koalisi pimpinan Arab Saudi menyebut bahwa rudal tersebut diarahkan ke permukiman warga, Namun tidak memicu kerusakan atau jatuhnya korban.

“Pasukan koalisi mengonfirmasi telah mencegat rudal yang ditembakkan Iran-Houthi ke selatan Riyadh. Tidak ada korban akibat peristiwa ini,” tulis Saudi Center for International Communication di Twitter.

Merespons aksi serangan dari  Houthi. Pihak koalisi pimpinan Arab Saudi pun melancarkan serangan udara masif di bagian wilayah selatan Sanaa, ibu kota Yaman. Yang  diketahui merupakan basisdari kelompok pemberontak Houthi

Arab Saudi maupun sekutunya telah terlibat dalam perang Yaman sejak Maret 2015. Mereka memerangi kelompok pemberontak Houthi dan terus  membela pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Sejak November, kelompok pemberontah Houthi telah melakukan serangan ketiga ke wilayah Arab Saudi. Dari data yang di dapat, pada 4 November sebuah rudal yang ditembakkan mengarah ke sebuah wilayah di dekat Bandara Internasional King Khalid.

Arab Saudi langsung menuding Iran telah mendalangi inside tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah deklarasi perang. Dikarenakan dari data yang di dapat Rudal tersebut yang di miliki oleh Iran Namun Rudal lainnya yang dilaporkan menargetkan Kota Khamis dapat di cegah pada 1 Desember.

Perusahaan keamanan Amerika Serikat Stratfor melaporkan bahwa rudal yang ditembakkan oleh kelompok Houthi. Kemungkinan besar  juga berasal dari misil di gudang senjata Yaman yang telah dimodifikasi.

“Dari gambar, bentuk dan dimensi rudal serupa dengan misil Scud. Pasukan Yaman kemungkinan memodifikasi rudal Scud melalui cara yang sama seperti yang dilakukan Korea Utara, Iran dan Irak,” ucap Stratfor

detiktribun

 

error: Content is protected !!