BBM Satu Harga Membuat PT Pertamina Rugi

Be Sociable, Share!

Pemerintah telah menjalankan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga. Kebijakan ini dinilai lebih beraroma politis dan cenderung dipaksakan. Efek pelaksanaan keputusan yang tampak seperti pencitraan itu adalah PT Pertamina mengalami kerugian besar dan terancam bangkrut. Padahal, PT Pertamina merupakan salah satu kebanggaan bangsa. Pertamina mampu Bersaing dengan perusahaan raksasa asing seperti Petronas. Namun dengan pelaksanaan keputusan tanpa pertimbangan matang ini, pemerintah telah mengantarkan PT Pertamina ke gerbang kehancuran.

Peniliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, mengatakan bahwa pemerintah jangan bermimpi Pertamina bisa tumbuh besar. Menurutnya, Pertamina hanya akan menjadi ATM untuk ambisi rezim pemerintah mempertahankan kekuasaan. Hal ini dikarenakan Pertamina sudah kehilangan daya saing dengan membukukan kerugian sebesar IDR 19 triliun yang berasal dari pendanaan program BBM satu harga.

Walaupun kebijakan BBM satu harga ini sedikit menguntungkan rakyat, namun menurut Bhima, kebijakan ini hanya dapat berlangsung secara efektif dalam tempo jangka pendek saja. Untuk jangka panjang, kebijakan ini menurut Bhima akan mengorbankan PT Pertamina sebagai institusi yang ditugasi untuk menjalankan kebijakan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tersebut. Tentu sambung Pertamina tidak akan tinggal diam melihat kerugian yang akan terus membengkak ini. PT Pertamina tentu akan mencari cara untuk mengatasi kerugian tersebut.

Menurut Bhima, kesalahan pemerintah yang menyebabkan kerugian ini adalah kesalahan dalam mengasumsikan harga minyak dunia. Pemerintah dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2018, mematok harga minyak mentah dunia di kisaran USD 48 per barel. Sedangkan saat ini, harga emas hitam itu telah bergerak di kisaran USD 55 per barel. Bhima memprediksi kalau harga minyak mentah dunia bakal tembus USD 90 per barel. Untuk menyentuh level ini, Bhima mengatakan hanya tinggal menunggu waktu saja. Karena permintaan akan minyak tidak semakin berkurang.

Menyikapi hal tersebut, Vice President Corporate Communication PT Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan bahwa pihaknya tetap mengikuti ketentuan pemerintah yang diwakili oleh Kementerian ESDM. Untuk diketahui, harga jual BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan, yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian ESDM, tidak akan naik hingga akhir tahun. Untuk minyak tanah, Rp 2.500 per liter, minyak solar (gas oil) Rp 5.150 per liter, (termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor). Kemudian Bensin premium RON 88, Rp 6.450 per liter (termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor). Sedangkan untuk BBM non subsidi, Adiatma mengakui bahwa Pertamina punya kewenangan untuk menetapkan harga.

Saat ditanya mengenai kerugian Pertamina mencapai IDR 19 triliun, Adiatma tidak membantah akan adanya hal itu. Ia menjelaskan bahwa penyebab utama terjadinya kerugian tersebut dikarenakan oleh harga minyak yang saat ini terus menerus naik. Saat ini, pihak Pertamina masih menunggu sikap pemerintah melalui Kementerian ESDM terkait hal ini.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik telah mengadakan jumpa pers terkait kinerja perusahaan pada 2 November 2017 lalu. Saat itu, ia menjelaskan bahwa pihaknya masih tetap bisa mencatatkan laba walaupun ada penugasan dalam penyediaan BBM bagi masyarakat di seluruh Indonesia dengan harga sesuai ketetapan pemerintah.

Penugasan tersebut memang telah menggerus pendapatan Pertamina sekitar USD 1,42 miliar atau sekitar Rp 19 triliun. Menurut Massa, apabila mengacu pada formula penghitungan harga BBM, kinerja keuangan Pertamina lebih baik, dimana pendapatan bisa mencapai USD 32,8 miliar dan nett income USD 3,05 miliar. Selisih pendapatan tersebut telah dikembalikan sebagai kontribusi PT Pertamina kepada masyarakat, yakni untuk menutup selisih harga jual BBM sekitar Rp 19 triliun. Ini belum termasuk kontribusi dalam bentuk PPN dan PBBKB. Adapun PT Pertamina hingga triwulan 2017 mencatatkan laba USD 1,99 miliar. Sementara untuk pendapatan naik 18 persen yakni, dari USD 26,62 miliar menjadi USD 31,38 miliar.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!