Bocah 7 Tahun Dianiaya Ibunya dengan Sapu dan Digigit

Be Sociable, Share!

Bocah 7 Tahun Dianiaya Ibunya dengan Sapu dan Digigit Sampai Melarikan Diri Kerumah Bibinya

Ramadhan Octopi (7) seorang bocah warga Pekanbaru yang melarikan diri dari rumahnya kerumah bibinya. Anak yatim ini diduga tidak tahan karena mengalami penganiayaan oleh ibu tirinya. Kasus ini telah dilaporkan ke Polresta Pekanbaru, namun belum ada tindakan lebih lanjut.

Kisah sedih anak ini diceritakan oleh bibinya, Isyusni (30) yang tinggal di Jl. Harapan Kel Lembah Sari, Kec Rumbai Pesisir. Keponakannya itu datang kerumahnya dengan jalan kaki Hari Sabtu (13/1) sekitar jam 10.00 WIB.

Anak ini sambil menangis ketika mengaduh ke bibinya. Dia memperlihatkan bagian tangan dan lehernya yang ada luka. Anak ini tidak tahan lagi tinggal bersama ibu tirinya. Selama 3 tahun tinggal bersama. Dia sering menjadi bahan pelampiasan emosi oleh ibu tirinya.

“Karena tidak tahan lagi, Ramadan datang kerumah saya, saya meras kasihan melihatnya.” Ucap Yusni

Akibat dianiaya oleh ibu tirinya, Ramadhan mengalami luka bekas cakaran di bagian lengannya, dan ada bekas memar di lehernya. Ternyata bekas memar dilehernya karena dipukul menggunakan sapu.

Setelah anak ini melarikan diri, ibu tirinya kemudian menyusul di sore hari. Dan memaksa agar Ramadhan kembali kerumah. Namun dia tidak mau kembali.

” Ibu tirinya marah-marah sampai mengancam ingin membunuhnya. Mengancam akan menjemputnya di sekolah. Gara-gara ancaman ini, dia sudah 4 hari tidak berani ke sekolah.” Ucap Yusni sampai meneteskan air mata.

Tindakan ibu tirinya ini akhirnya dilaporkan oleh Yusni ke Polresta Pekanbaru. Dan berharap polisi akan segera melakukan proses hukum kepada ibu tirinya.

” Inikan negara hukum, hukum seharusnya berani menangkap ibu tirinya. Soalnya kakak Ramadhan masih tinggal bersama ibu tirinya. Ramadhan mengatakan kakaknya juga menjadi korban penganiayaan.” Ucap Yusni

Yusni melaporkan kejadian ini hari Senin (15/1). Kelihatannya pihak polisi menunda penyelidikan

Yusni melaporkan kejadian ini hari Senin (15/1). Kelihatannya pihak polisi menunda penyelidikan. sudah berjalan empat hari, namun belum ada respon dari pihak polisi.

AKP Juniasti, selaku Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru membenarkan adanya laporan ini. Pihaknya juga telah membawa korban ini ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan visum.

” Hail visumnya masih di RS Bhayangkara, nantinya akan diambil. Memang anak ini mengalami trauma berat. Sampai dia tidak mau diajak bicara.” Ucap Jusniati, Kamis (18/1).

Jusniati menambahkan, pihaknya akan melakukan tindakan lanjut atas kejadian ini.

Iptu Polius, selaku Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, mengatakan, saat melakukan laporan. Anak ini juga memperlihatkan adanya bekas gigitan ibu tirinya di bagian lengan kanan.

” Di bagian lehernya dikatakan anak ini karena dipukul pakai gagang sapu. Ada juga bekas cakaran di lehernya.” Ucap Polius.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!