Bocoran Pembicaraan Donald Trump Dengan James B Comey

Be Sociable, Share!

Mantan direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) James B Comey, dijadwalkan untuk memberikan kesaksian di depan Senat Kamis (8/6/2017) ini, terkait masalah campur tangan Rusia dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat pada akhir tahun 2016 lalu. Masalah ini menjadi ganjalan besar bagi Presiden Donald Trump sejak dilantik Januari lalu, karena dugaan intelijen Rusia membantu kemenangannya dapat memberikan alasan bagi partai Demokrat untuk mengajukan permohonan pemakzulan Presiden AS ke-45 ini.

James B Comey juga menjelaskan, sejak Trump terpilih sebagai presiden, mereka sudah bicara empat mata sembilan kali, tiga kali tatap muka dan enam kali lewat telepon. Pada era pemerintahan Barack Obama, dia hanya bicara empat mata dengan presiden dua periode itu dua kali saja, yaitu pada 2015 membahas masalah penegakan hukum dan pada akhir 2016 untuk mengucapkan selamat berpisah, semuanya secara tatap muka.

Menjelang pertemuan dengan Senat, pernyataan tertulis Comey ternyata sudah dirilis di situs resmi panel intelijen Senat. Berikut rangkuman pernyataan Comey tentang beberapa pertemuan empat mata dengan Presiden Donald Trump saat Comey masih menjabat sebagai direktur FBI.

6 Januari 2017

James B Comey pertama kali bertemu dengan Donald Trump pada hari Jumat, 6 Januari, di ruang rapat Trump Tower di New York. Ia bersama dengan para pemimpin Intelligence Community (IC) bertemu Trump untuk memberikan arahan kepadanya dan tim keamanan nasionalnya yang baru mengenai temuan – temuan IC terkait upaya campur tangan Rusia dalam pemilu AS. Setelah pertemuan, Comey diminta tetap tinggal dan bicara empat mata dengan Trump mengenai sejumlah aspek yang dinilai sensitif bagi Trump terkait temuan-temuan itu.

Menurut Comey, para petinggi FBI dan dirinya merasa cemas bahwa pembicaraan itu bisa menciptakan sebuah situasi di mana presiden yang baru merasa tidak pasti apakah FBI akan melakukan penyelidikan kontra-intelijen atas perbuatan pribadinya.

Penting dipahami bahwa penyelidikan kontra-intelijen FBI berbeda dengan cara kerja penyelidikan pidana yang lebih umum. Tujuan Biro dalam penyelidikan kontra-intelijen adalah untuk memahami metode teknis dan manusia yang dipakai negara-negara musuh untuk mempengaruhi Amerika Serikat atau mencuri rahasia kita.

Comey menegaskan bahwa berdasarkan pemikiran itu, sebelum pertemuan 6 Januari dia sudah bertemu para petinggi FBI lainnya untuk membahas apakah mereka akan menyelidiki Trump atau tidak.

27 Januari 2017

Seminggu setelah dilantik, Donald Trump mengundang James B Comey sendirian untuk makan malam di Gedung Putih. Pada kesempatan ini, Presiden Trump memulai dengan menanyakan apakah Comey masih ingin tetap menjadi Direktur FBI. Trump menjelaskan bahwa banyak sekali orang yang menginginkan jabatan tersebut, dan mempertimbangkan penyalahgunaan jabatan yang telah Comey lakukan pada tahun sebelumnya, Trump tidak akan heran apabila Comey ingin meninggalkan posisinya.

Comey pun merasa aneh dengan pertanyaan Trump tersebut. Sebab, ia telah dua kali menyampaiukan bahwa ia menginginkan Comey tetap bertahan dan Comey juga telah menegaskan bahwa itulah keinginannya. Comey menjadi cemas bahwa pertemuan tersebut merupakan upaya dari Trump untuk menciptakan semacam pola hubungan atasan – bawahan. Hal ini membuat Comey semakin cemas karena FBI secara tradisional berstatus independen dalam lembaga eksekutif.

Comey pun menjawab bahwa ia ingin bertahan hingga menyelesaikan masa jabatan 10 tahun sebagai direktur. Ia juga menjelaskan ke Trump bahwa dia ‘tidak bisa diandalkan’ dalam bahasa politisi, namun Trump boleh yakin kalau dia akan selalu menyampaikan kebenaran. Trump pun membalas dengan mengatakan bahwa ia membutuhkan dan mengharapkan loyalitas dari Direktur FBI tersebut.

Setelah keheningan kaku sesaat, pembicaraan pun berlanjut. Namun menjelang akhir makan malam, Trump kembali ke subjek yang sama. Comey pun menjelaskan pentingnya independensi dari FBI dan Departemen Kehakiman di Gedung Putih. Trump pun kembali mengulangi pernyataannya bahwa ia membutuhkan loyalitas Comey. Comey pun hanya menjawab bahwa Trump akan selalu mendapatkan kejujuran darinya.

Trump terhenti sejenak lalu mengatakan bahwa itulah hal yang ia butuhkan, ‘loyalitas yang jujur’. Comey pun menulis memo setelah makan malam dengan Trump. Memo itu berisi kemungkinanan akan pemahaman yang berbeda mengenai ‘loyalitas yang jujur’ antara Trump dan Comey. Comey memutuskan untuk tidak membahas hal ini lebih jauh karena menurutnya hal tersebut tidak ada gunanya.

Dalam makan malam tersebut Trump juga kembali membahas masalah campur tangan Rusia seperti yang sudah dibicarakan pada 6 Januari lalu. Ia pun kembali mengungkapkan kegusarannya serta membantah keras semua tuduhan terhadap dirinya. Trump juga mempertimbangkan untuk memerintahkan Comey menyelidiki dugaan campur tangan Rusia guna membuktikan hal tersebut tidak pernah terjadi. Comey pun memperingatkan Trump untuk berhati – hati soal hal tersebut karena bisa menciptakan kisah bahwa FBI menyelidi Trump sebagai pribadi yang tidak akan dilakukan oleh FBI.

14 Februari 2017

Pertemuan empat mata yang ketiga terjadi di Oval Office, Gedung Putih, pada 14 Februari. Cukup banyak pejabat keamanan dan intelijen yang hadir, termasuk jaksa agung. Namun usai pertemuan, Trump hanya meminta Comey tetap di ruangan untuk berbicara berdua dengannya.

Trump pun membuka percakapan tentang Jenderal Michael Flynn, Penasihat Keamanan Nasional Presiden yang mengundurkan diri karena desakan Trump. Flynn diketahui melakukan pembicaraan diam – diam dengan Duta Besar Rusia Sergey Kislyak pada 29 Desember 2016, hari yang sama ketika Presiden Obama menerbitkan sanksi atas Rusia sebagai balasan atas aksi intelijen Rusia dalam pemilihan di AS. Ketika pembicaraan itu dilakukan, Flynn adalah pejabat penting di tim kampanye Trump.

Flynn beberapa kali diinterogasi di bawah undang-undang yang melarang warga yang tidak berwenang untuk melakukan negosiasi dengan negara lain mewakili AS. Dia membantah membahas sanksi AS dengan dubes Rusia, namun penyidikan membuktikan ada pembicaraan itu. Dia kemudian diketahui berbohong ke Wakil Presiden Mike Pence soal isi pembicaraan itu, dan akhirnya dia dipaksa mundur oleh Presiden Trump setelah menjabat hanya 24 hari.

Menurut Trump, tidak ada yang salah dalam pembicaraan Flynn dengan Sergey , namun dia diminta mundur karena menyesatkan wakil presiden, kata Comey. Trump berharap bahwa Comey bisa membiarkan hal ini berlalu dan membiarkan Flynn pergi. Comey paham bahwa presiden menghendaki agar FBI menghentikan penyidikan atas Flynn. Namun kepemimpinan di FBI tengah mengambil keputusan bahwa penting untuk tidak mengganggu tim penyidik dengan permintaan presiden tersebut, yang memang tidak akan kami patuhi.

30 Maret 2017

Donald Trump menghubungi James B Comey pada pagi hari tanggal 30 Maret 2017, saat berada di kantornya. Trump menyebut penyelidikan kasus Rusia ini sebagai penghalang dalam melaksanakan tugas – tugasnya dan mengatakan dia tidak ada hubungannya dengan Rusia.

Trump pun meminta Comey untuk menyingkirkan penghalang tersebut. Comey menjelaskan bahwa FBI akan menyelidiki masalah ini secepat mungkin. Ia juga mengatakan tentang keuntungan besar yang akan didapatkan Trump apabila FBI tidak menemukan apa – apa terkait hal tersebut.

Trump juga sempat menanyakan mengenai adanya dengar pendapat di Kongres soal Rusia pada pekan sebelumnya. Comey menjawab dengan membenarkan adanya penyelidikan tentang kemungkinan koordinasi antara Rusia dan tim kampanye Trump. Comey juga menjelaskan bahwa penyidikan yang dilakukan tidak membidik Trump. Di akhir pembicaraan itu, Trump kembali menegaskan permintaannya agar FBI segera mengumumkan kalau dia tidak sedang diselidiki.

11 April 2017

Pada 11 April, Donald Trump kembali menelepon James B Comey untuk menagih permintaan yang sebelumnya agar mengumumkan bahwa Trump tidak menjadi sasaran penyelidikan FBI. Comey menjawab bahwa permintaan itu sudah saya sampaikan ke pejabat pelaksana tugas wakil jaksa agung, namun belum ada jawaban.

Trump kemudian mengatakan akan menggunakan orang – orangnya untuk menghubungi pelaksana tugas wakil jaksa agung. Comey pun mengatakan bahwa memang seperti itulah seharusnya permintaannya ditangani. Trump mengatakan akan melakukan hal tersebut dan ia juga menambahkan bahwa karena Comey sudah sangat loyal kepadanya maka mereka punya sesuatu untuknya.

Comey enggan menanggapi ataupun bertanya mengenai ‘sesuatu’ tersebut. Comey hanya mengatakan cara untuk menangani permintaan Trump ini adalah dengan meminta Gedung Putih untuk menghubungi wakil jaksa agung.

Itulah terakhir Direktur FBI James B Comey berbicara dengan Presiden Donald Trump.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!