24 Februari, BTN Luncurkan KPR Buat Pedagang Mie dan Bakso

24 Februari, BTN Luncurkan KPR Buat Pedagang Mie dan Bakso

PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk meluncurkan kredit pemilikan rumah untuk pekerja informal yang jumlahnya mencapai 6,5 juta orang yaitu KPR BTN Mikro.

Pekerja informal ini biasanya memiliki kesulitan untuk mengakses perumahan karena tidak memiliki penghasilan yang tetap, meski sebenarnya mampu mencicil.

Untuk itu, pada 24 Februari 2017 mendatang, Bank BTN meluncurkan program KPR mikro.

“Produk ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah terutama pekerja di sektor informal yang jumlahnya diprediksi mencapai 6,5 juta orang,” kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono usai peluncuran KPR BTN Mikro di Wisma Perdamaian Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/2)

Dia mengatakan produk KPR BTN Mikro ini membidik keluarga atau individu yang memiliki penghasilan rata-rata Rp 1,8 juta hingga Rp 2,8 juta/bulan.

“Di Semarang, nanti kami akan (kerja sama) dengan Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (Apmiso),” ujar Direktur Consumer Bank Tabungan Negara Handayani, di Jakarta, Sabtu (11/2/2017).

Maryono mengatakan untuk pembelian rumah pertama, Bank BTN menerapkan uang muka sebesar 1%, sedangkan untuk renovasi rumah atau pembangunan rumah, uang muka diwajibkan minimal 10%.

“Uang muka ini bisa digunakan untuk mencairkan KPR Mikro, dengan plafon maksimal Rp75 juta,” katanya

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyambut baik program tersebut.

Menurut Handayani, program tersebut adalah murni inisiatif dari BTN yang tujuannya mendukung Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seringkali Jokowi menekankan bahwa fasilitas perumahan untuk pedagang kecil dan nelayan sangat penting.

Saat ini, kata dia, BTN dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merumuskan bagaimana skema yang tepat.

“Karena tidak tetap, kami harus pastikan penghasilan mereka. Untuk itu, mereka diharuskan punya tabungan dulu selama 3 bulan,” sebut Handayani.

Tabungan ini untuk memudahkan BTN melihat seberapa besar omset pedagang.

Kemudian, perseroan juga telah memiliki sebanyak 841 agen laku pandai berbadan hukum.

Tidak sekadar menawarkan kredit, Bank BTN juga melakukan pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menggandeng civitas akademika Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Hal itu bertujuan untuk melakukan pendampingan perencanaan usaha dan bisnis, serta mengenal layanan jasa perbankan bagi komunitas pedagang.

Baca juga berita terkini lainnya di Detiktribun

error: Content is protected !!