China Kembali Bangun Fasilitas Militer Di Laut China Selatan

Be Sociable, Share!

China kembali memperkuat keberadaannya di Laut China Selatan dengan membangun fasilitas militer baru di pulau – pulau di perairan tersebut. Langkah ini dinilai akan meningkatkan ketegangan dengan Washington, yang menuduh Beijing melakukan militerisasi di jalur maritim paling vital di kawasan Asia.

Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI), bagian dari Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington, mengatakan, citra satelit baru menunjukkan aktivitas yang terus meningkat di perairan Laut China Selatan. China telah membangun tempat penampungan rudal serta fasilitas radar dan komunikasi di pulau-pulau karang Fiery Cross, Mischief, Subi Reefs, di Kepulauan Spratly.

Washington telah berkali-kali mengkritik pembangunan fasilitas militer China di pulau-pulau buatan di area tersebut. Pembangunan fasilitas militer ini dikhawatirkan akan membatasi pergerakan kapal secara bebas melalui Laut China Selatan, yang merupakan sebuah jalur perdagangan yang penting untuk seluruh komunitas niaga dunia.

Klaim China terhadap sebagian besar jalur laut di kawasan Laut China Selatan mulai ditantang keras sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menjabat. China selalu membantah tuduhan AS bahwa pihaknya melakukan militerisasi di Laut China Selatan. Tuduhan yang sama juga dilayangkan oleh negara tetangga seperti Taiwan, dan negara-negara anggota ASEAN seperti Brunei, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Menurut AMTI, China telah membangun empat tempat penampungan rudal baru di Fiery Cross Reef untuk menuju ke delapan pulau di kawasan tersebut. Mischief dan Subi Reef telah masing-masing telah dibangun delapan tempat penampungan rudal. Pada Mischief Reef, array antena yang sangat besar sedang dipasang, yang tampaknya digunakan untuk meningkatkan kemampuan Beijing memantau lingkungan di sekitarnya.

Sebuah kubah besar baru – baru ini dipasang di Fiery Cross Reef dan satu kubah lagi sedang dalam pembangunan. Kubah ini menunjukkan sistem komunikasi atau radar yang cukup besar. Diketahui juga, China telah membangun dua kubah lainnya di Mischief Reef. Sebuah kubah yang lebih kecil dipasang di dekat tempat penampungan rudal di Mischief Reef ini yang kemungkinan akan dihubungkan ke radar untuk sistem rudal yang ada di sana. Dengan dibangunnya fasilitas – fasilitas militier ini, Beijing dapat menggunakan aset militer, termasuk pesawat tempur dan peluncur rudal bergerak, ke Kepulauan Spratly setiap saat.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!