Daftar 10 Orang Terkaya Di Indonesia Tahun 2016

Be Sociable, Share!

Berikut ini merupakan daftar orang terkaya di Indonesia 2016. Data bersumber dari daftar orang terkaya di dunia 2016 yang telah di lansir forbes. Meskipun kondisi ekonomi Indonesia pertumbuhanya termasuk lambar yaitu hanya 4.7% pada tahun ini. Hal tersebut berbeda sekitar dari tahun sebelumnya yang mengalami pertumbuhan sekitar 5.02%.

Berikut ini adalah daftar 10 besar orang terkaya di Indonesia.

 

R. Budi dan Michael Hartono [Djarum Group]

Hartono bersaudara telah menempati posisi orang terkaya di Indonesia selama delapan tahun berturut-turut. Kekayaannya didapat melalui perusahaan rokok Djarum dan juga investasi di Bank Central Asia (BCA). Victor Hartono sebagai anak dari Budi Hartono mewarisi Djarum dan memimpin perusahaan rokok kretek yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah ini. Sedangkan anak lainnya yaitu Armand Hartono bekerja sebagai direktur BCA. Total kekayaan mereka mencapai USD 17.1 Miliar (IDR 229 Triliun)

Susilo Wonowidjojo [Gudang Garam]

Orang terkaya nomor dua di Indonesia ini adalah pemilik perusahaan rokok kretek Gudang Garam. Perusahaan ini memproduksi sekitar 70 miliar per tahunnya dan mempekerjakan 36.900 pegawai. Walaupun mengalami tekanan dari kebijakan pemerintahan Indonesia, keuntungan perusahaan ini meningkat sekitar 8% di tahun 2016 dan 19% di tahun 2015. Gudang Garam ditemukan pada tahun 1958 dan sempat dipimpin oleh Rachman Halim sebagai kakak dari Susilo hingga meninggal di 2008. Sejak 2009 Susilo menjadi presiden direktur dari perusahaan asal Kediri, Jawa Timur ini. Total kekayaannya diperkirakan mencapai USD 7.1 Miliar (IDR 95 Triliun).

 

 

 

Anthoni Salim [Indofood]

Anthoni Salim merupakan anak dari Liem Sioe Liong yang menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 1938 dari Tiongkok. Anthoni memimpin Salim Group yang begerak di berbagai bidang seperti tambang batu bara di New South Wales dan membangun pabrik mi instan di Serbia. Bersama keluarganya ia dikenal melalui Indofood yang menjual berbagai produk makanan seperti camilan Chitato, mi instan Indomie, dan susu Indomilk. Kini Axton Salim sebagai anaknya menjadi direktur di Indofood. Keterlibatan bisnis lain yang diikuti oleh keluarga Salim menyangkut beragam bidang seperti otomotif, telekomunikasi, properti, retil, dan perbankan. Total kekayaannya diperkirakan mencapai USD 5.7 Miliar (IDR 76 Triliun)

 

 

 

Eka Tjipta Widjaja [Sinar Mas Group]

Datang ke Indonesia di umur 9 tahun dari Tiongkok, Eka Tjipta Widjaja kemudian mengawali kariernya pada umur 17 tahun dengan menjual biskuit. Ia memiliki aset besar di industri minyak kelapa sawit melalui Golden Agri Resources yang dikelola oleh kedua anaknya yaitu Franky dan Muktar. Bisnis lain yang cukup dikenal adalah di bidang properti melalui Sinar Mas Land. Dengan rencana membangun kota digital pertama di Indonesia pada tahun 2017, beberapa proyek pembangunannya adalah BSD City di Tangerang, Li Shu Jin Du di Chengdu, Tiongkok, Grand ITC Permata Hijau, dan Grand Hyatt Jakarta. Total kekayaannya diperkirakan mencapai USD 5.6 Miliar (IDR 75 Triliun)

Sri Prakash Lohia [Indorama]

Pada tahun 1975 Indorama didirikan oleh Sri Prakash Lohia bersama ayahnya. Dahulu perusahaan ini membuat putaran benang kemudian berkembang di produk industri lainnya seperti bahan baku plastik berbahan polimer, poliester, kain, sarung tangan medis, hingga pupuk. Perusahaannya sendiri terbagi menjadi delapan, termasuk yang mengurus industri, petrokimia, hingga lahan yasa. Dahulu Lohia fokus kepada produksi bahan dasar botol plastik, kini ia menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia dan tinggal di London. Urusan sehari-hari Indorama diurus oleh anaknya yaitu Amit, sedangkan adik Lohia yaitu Aloke memimpin perusahaannya sendiri di Thailand. Total kekayaanya diperkirakan mencapai USD 5 Miliar (IDR 67 Triliun)

Chairul Tanjung [CT Corp]

CT Corp adalah perusahaan pimpinan anak seorang jurnalis yang bergerak di berbagai bidang ini. Salah satu yang paling dikenal adalah Trans Corp dengan media berupa stasiun televisi Trans TV, Trans 7, dan CNN Indonesia, serta Detik.com sebagai media daring. Chairul juga berusaha di bidang retail seperti pasar swalayan Trans Carrefour, Metro Departemen Store, serta tempat rekreasi yaitu Trans Studio Bandung dan Makassar. Ia juga bekerja sama dengan berbagai waralaba yaitu restoran Wendy’s dan Coffe Bean, toko busana Versace, Mango, dan Jimmy Choo. Sedangkan dalam dunia perbankan ia memiliki Bank Mega dan ke depannya memiliki rencana untuk meluncurkan media CNBC di Indonesia. Total kekayaannya sekitar USD 4.9 Miliar (IDR 63 Triliun).

Boenjamin Setiawan [Kalbe Farma]

Pada tahun 1966 Boenjamin beserta keluarganya mendirikan sebuah perusahaan medis yang menjual obat-obatan bernama Kalbe Farma. Kesuksesan finansial mengikuti dan pada tahun 1989, ia mendirikan rumah sakit Mitra Keluarga yang memiliki cabang di pulau Jawa. Pria yang mengawali kariernya sebagai dokter ini memutuskan untuk berusaha, mengikut hasrat awalnya. Pada awalnya Boenjamin bersama rekan-rekannya membangun perusahaannya di sebuah garasi di mana ia membuat obat-obatan. Total kekayaannya diperkirakan sekitar USD 3.3 Miliar (IDR 44 Triliun).

Tahir [Mayapada Group]

Tahir bersama perusahaannya yang dibentuk tahun 1986 bergerak di bidang kesehatan seperti rumah sakit, finansial melalui Bank Mayapada, lahan yasa, retail, serta media melalui koran Guo Ji Ri Bao dan majalah Forbes Indonesia. Selain melakukan bisnis di beragam bidang, Tahir dikenal melalui donasi yang diberikannya kepada krisis pengungsi di tahun 2016. Total kekayaannya diperkirakan sekitar USD 3.1 Miliar (IDR 39 Triliun).

Murdaya Poo [Central Cipta Murdaya Group]

Selain memiliki salah satu tempat konvensi terbesar dan terbaik di Jakarta, Murdaya Poo juga dikenal melalui Central Cipta Murdaya Group yang bergerak di bidang kelapa sawit, perencanaan pembangunan, serta Informasi dan Teknologi (IT). Murdaya memulai kariernya sebagai penjual koran hingga akhirnya memiliki berbagai bisnis dan menjadi salah satu orang paling kaya di Indonesia. Selain itu ia pernah menjadi penyuplai sepatu asal Amerika Serikat bermerek Nike. Total kekayaannya diperkirakan sekitar USD 2.1 Miliar (IDR 28 Triliun).

Mochtar Riady [Lippo Group]

Perusahaan yang dipimpin bersama keluarganya ini bergerak di beragam bidang seperti pembangunan mall, hotel, rumah sakit, dan bisnis properti lainnya. Kini Lippo Group dikelola oleh kedua anaknya yaitu James dan Stephen Riady. Pada bulan Maret 2016 Mochtar bersama grupnya bekerja sama dengan raksasa jasa transportasi daring di Asia Tenggara yaitu Grab. Melalui Bank Nobu, perusahaan ini akan bergerak menuju perbankan digital yang dipimpin oleh cucu dari Mochtar yaitu John Riady. Selain itu John juga memimpin perusahaan e-commerce di Indonesia dengan nama MatahariMall. Total Kekayaanya diperkirakan sekitar USD 1.9 Miliar. (IDR 25 Triliun).

 

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!