Dewan Keamanan PBB Gelar Rapat Darurat Mengenai Serangan Kimia

Be Sociable, Share!
Dewan Keamanan PBB Gelar Rapat Darurat Mengenai Serangan Kimia

Dewan Keamanan PBB Gelar Rapat Darurat Mengenai Serangan Kimia. DK PBB dikabarkan menggelar pertemuan darurat pada hari ini,  Sembilan anggota tersebut bertemu guna membahas serangan kimia yang diduga dilancarkan di wilayah Suriah.

Dalam serangan kimia tersebut di kabar sedikitnya 70 orang dilaporkan tewas, termasuk anak-anak.

Sembilan anggota tersebut mewakilin satu negara dari masing masing, Sembilan negara itu adalah Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Polandia, Belanda, Swedia, Kuwait, Peru, dan Pantai Gading

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kucauan dalam akun twitter menganggap Presiden Suriah Bashar al-Assad seperti “Binatang”.

Penasihat Kementerian Keamanan Dalam Negeri, Tom Bossert, mengatakan Mengenai kemungkinan serangan balik yang dilakukan Amerika Serikat, , “Kami sedang mencari celah untuk menyerang pada titik ini.”

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyampaikan kecaman dan akan menyerang Suriah. Jika pemerintah Bashar al-Assad benar-benar terbukti menggunakan senjata kimia. Sehingga mengenai warga sipil tak berdosa.

Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, mengatakan bahwa penyelidikan harus dilakukan segera mungkin. dan mencari tau dalang penggunaan bom kimia.

“Kami berkomunikasi dengan sekutu , mengenai adanya laporan terbaru. Mereka yang bertanggung jawab atas penggunaan senjata kimia telah kehilangan integritas moral dan harus dimintai pertanggung jawaban,” ucapnya

Diketahui sebelumnya, Donald Trump memerintahkan untuk menyerang pangkalan udara Suriah. Setelah serangan kimia serupa terjadi di Kota Khan Sheikhoun yang menewaskan lebih dari 80 orang pada April 2017.

PBB dan Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons  menyatakan bahwa pemerintah Suriah yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Suriah diduga menggunakan gas Sarin untuk melawan para pemberontak dan membunuh warga sipil di sekitarnya.

Sebuah pernyataan juga keluar dari organisasi bantuan medis Syrian American Medical Society (SAMS) dan layanan pertahanan sipil dengan menyebutkan 49 orang meninggal dalam serangan di Kota Douma kemarin, Minggu, 8 April 2018.  Pada jasad mereka ditemukan adanya gejala paparan gas kimia.

“Lebih dari 500 orang terluka dibawa ke pusat medis dengan kondisi seperti itu,” kata SAMS.

Bukan hanya itu saja  Union of Medical Care and Relief Organizations menyebutkan bawha korban meninggal lebih tinggi dan banyak yang menjalankan fasilitas medis di Ghouta Timur. Dari pernyataan tersebut setidaknya 70 orang dilaporkan tewas.

Video yang direkam oleh satuan petugas penyelamat, White Helmets, terlihat memperlihatkan sejumlah pria, wanita, dan anak-anak terbaring dan tak bernyawa  di dalam rumah. Para korban diketahui mulut berbusa.

detiktribun

 

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!