Dewan Keamanan PBB Tolak Kebijakan Donald Trump Terkait Yerusalem

Dewan Keamanan PBB Tolak Kebijakan Donald Trump Terkait Yerusalem

Dewan Keamanan PBB Tolak Kebijakan Donald Trump Terkait Yerusalem, atas penyataan Donald Trump, DK PBB menggelar rapat pertemuan darurat sehari setelah Presiden  Amerika Serikat, Donald Trump membuat pernyataan bahwa Kota Yerusalem adalah Ibu Kota Israel.

Diketahui hampir sebagian besar anggota Dewan Keamanan PBB menentang pernyataan Presiden Amerika tersebut dan tetap tidak akan mengakui pernyataan yang terlontar dari Donald Trump tersebut.

Perwakilan tetap untuk PBB yaitu Inggris, Italia, Jerman, Prancis, dan Swedia menyebutkan bahwa menyatakan keputusan Trump tidak sejalan dengan resolusi perdamaian PBB antara Israel dan Paletina . Sebab, di dalam kesepakatan yang terjalin menyatakan wilayah Yerusalem Timur yang dicaplok Israel adalah bagian dari Palestina.

Menurut Koordinator Khusus  PBB buat perdamaian Timur Tengah, Nikolai Mladenov, keputusan yang di ambil Donald Trump soal status Yerusalem membahayakan dan justru membuat api pertikaian yang semaki serius

Sedangkan perwakilan Prancis menyebutkan persoalan wilayah Yerusalem harus diselesaikan oleh Israel dan Palestin sendiri.

“Permasalahan Yerusalem adalah perkara khusus yang dimensinya melampaui Israel dan Palestina,” ucapnya

Inggris pun terus tetap menekan kepada mereka yaitu Israel dan Palestina. Untuk melanjutkan perundingan damai di Internasional Serta menghindari kekerasan yang bisa memicu kerusuhan.  Untuk kedua negara tersebut juga hanya mengakui negosiasi  berdasarkan kesepakatan perbatasan yang dibuat pada tahun 1967.

Perwakilan dari Mesir menyatakan untuk saat ini status Yerusalem masih dianggap status quo. Dan tidak berubah walau sudah di nyatakan oleh Presiden Donald Trump sebagai Ibukota Isreal.

Sedangkan perwakilan dari Swedia menyatakan keputusan Donald Trump hanya menguntungkandari salah satu pihak dan bertentangan kepada banyak negara.

“Kami tidak mengakui keputusan Washington yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata perwakilan Swedia.

Sikap sejumlah perwakilan negara di dalam rapat DK PBB itu, membikin Duta Besar Amerika Serikat Nikki Haley, tersudut. Namun, dia tetap pasang badan terkait kebijakan yang sudah keluar dari Donald Trump mengenai hal tersebut

“Israel tidak akan bisa dipaksa untuk menyetujui kesepakatan yang membahayakan. Kami tetap berjanji akan terus mengawal proses perdamaian di Timur Tengah,” kata Haley.

detiktribun

error: Content is protected !!