Dua Anak Asal Aceh Menderita Penyakit Aneh, Kulitnya Sering Gatal, dan Menggelupas Saat Digaruk

Be Sociable, Share!

Dua Anak Asal Aceh Menderita Penyakit Aneh, Kulitnya Sering Gatal, dan Menggelupas Saat Digaruk

Dua anak kakak beradik menghabiskan waktu mereka hanya diatas kasur disebuah rumah sakit. Sebagian anggota tubuh mereka tertutup dengan selimut putih. Selang infus juga terpasang. Kulit mereka berdua terkelupas dari kepala hingga ujung kaki. Mereka menderita penyakit yang sangat langka.

Radiansyah yang berumur 11 tahun dan adik perempuannya Wulan Zaskia yang berumur 7,5 tahun di rawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh, selasa(21/11/17). Anak ke-5 dan ke-7 ini berasal dari desa Geulanggang Meunjee, Kutablang, Bireuen, Aceh. Mereka menidap penyakit langka ini sejak lahir. Semua bagian tubuh mereka terasa sangat gatal dan saat digaruk kulitnya akan menggelupas.

Ridwan Dahlan, Ayah dari kedua anak ini mengatakan , sebelumnya dua buah hatinya dirujuk menuju RSUZA Banda Aceh setelah sebelumnnya juga sempat dirawat di RS Fauziah Bireuen. Dia juga telah beberapa kali membawa kedua anaknya ke dokter spesialis. Namun, penyakit aneh yang diderita kedua anaknya tak kunjung-kunjung sembuh.

” Terkadang gatalnya muncul setiap 5 menit sekali. Kalau digaruk kulitnya akan terkelupas dan menjadi luka.” Ucap Ridwan

Penyakit aneh ini diderita oleh beberapa anak Ridwan. Anak pertamanya yang lahir tahun 1996 lalu juga menderita penyakit yang sama. Namun saat berusia 4 hari , bayi tersebut telah meninggal. Kini kedua anak lainnya juga menderita penyakit yang sama.

Telah Beberapa kali diobati, namun penyakit kedua anak ini tak sembuh

Meski telah beberapa kali diobati dirumah sakit. Namun penyakit yang diderita oleh kedua anaknya tidak kunjung sembuh. Bahkan Radiansyah sekarang tidak mampu untuk berjalan dikarenakan kakinya sudah tidak normal. Sementara Wulan, masih dapat berjalan itupun jika ada pegangannya.

” Kata dokter sih kena radang kulit. Dokter juga pernah bertanya ke kami apakah ada pihak keluarga yang mengidap penyakit yang sama, saya jawab tidak ada. Hanya anak saya saja yang mengidap penyakit ini. ” Ungkap Ridwan

Ridwan menambahkan ketika gatal menyerang, kedua buah hatinya sampai menangis. Setelah mendapatkan perawatan di RS,
rasa gatal sudah tidak sesering dulu. Hanya sekitar satu jam sekali. Kalau dulu bisa 5 menit sekali.

dr Masry, selaku Wakil Kepala Instansi Gawat Darurat(IGD) RSUZA Banda Aceh mengatakan penyakit yang diderita oleh dua anak ini, tergolong langka dan sangat jarang ditemukan. Perbandingannya 20 banding 1 juta kelahiran. Penyakit mereka berdua merupakan penyakit dari bawaan lahir.

Selama menjalani perawatan, pihak rumah sakit berusaha memulihkan kedua luka dan juga memperbaiki gizinya. Menurut dr Masry kedua anak ini juga menderita gangguan nutrisi sehingga menghambat pertumbuhan mereka.

“Saat ini jika dilihat dari lukanya sudah membaik. Masalah utamanya kurang nutrisi dan menginap Anemia. Jadi kita rawat mungkin perlu tranfusi untuk anemianya dan kita akan perbaiki nutrisinya. Kalau sudah membaik semua bisa rawat jalan.” Jelas ahli Anestesi tersebut.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!