Dua Pekan 300ribu Pengungsi Rohingya Memasuki Bangladesh

Dua Pekan 300ribu Pengungsi Rohingya Memasuki Bangladesh

Dua Pekan 300ribu Pengungsi Rohingya Memasuki Bangladesh. Konflik amtara Kelompok pemberontak etnis Muslim Rohingya dengan Militer Myanmar masih terus memanas, Hingga dua penak ini Pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh, terus berharap bantuan kemanusiaan.

Diketahui para pengungsi hidup di kamp pengungsian di Cox’s Bazar dengan kondisi memprihatinkan akibat keterbatasan pasokan pangan, air bersih, dan obat-obatan.

Dari Laporan yang di dapat dari pihak PBB. Sekitar 300 ribu pengungsi Rohingya tiba di Coxs Bazar dalam dua pekan ini. Para pengungsi ini berbung dengan 100 ribu pengungsi lainnya yang sudah terlebih dahulu datang menepati wilayah tersebut.

Para pengungsi ini membangun tenda seadanya yang berada di sepanjang jalan Cox Bazar. Pihak PBB pun meminta kepada Bangladesh untuk menyediakan lahan tambahan. Untuk para pengungsi dan membantu pasokan kebutuhan lainnya.

Organisasi humaniter yang berada di lapangan mengaku terkejut. Dengan kondisi dan banyaknya warga sipil Rohingya yang tengah melarikan diri dari wilayah Rakhine Myanmar

Tercatat ribuan orang yang melarikan diri menggunakan jalur darat menujuh Bangladesh terlantar di pinggir jalan. Terlihat mengemis dan sebagainya, kondisi para pengungsi ini sangatlah sedih

Koordinator Residen PBB di Bangladesh, Robert Watkins menyampaikan Ada kebutuhan mendesak untuk membuat 60.000 tempat penampungan baru, makanan, air bersih, dan layanan kesehatan, Termasuk layanan dan dukungan khusus untuk para perempuan Rohingya yang mendapatkan kekerasan seksual.

Banyak yang menyampaikan bawah para pengungsi perempuan yang melarikan diri dari Rakhine menerima perlakuan kekerasan dan ancaman pembunuhan dari para militer

Bukan hanya itu baru baru ini muncul mengenai laporan pembakaran desa desa yang di huni oleh warga Rohingya. Namun pihak Militer Myanmar membantah dan menyampaikan bahwa pembakaran itu dilakukan oleh pihak pemberontah ARSA dan penduduk desa

kelompok hak asasi manusia Amnesty International menyampaikan bawah militer Myanmar telah menanam ranjau darat di perbatasan dengan Bangladesh. Mereka menyaksikan lebih dari 100 tentara Myanmar yang berjalan dan tampaknya menanam ranjau darat di perbatasan

Diperkuat oleh kesaksian pejabat Bangladesh yang ikut melihat dari kejauhan para militer tersebut menanam ranjau

Sedangkan militer Myanmar mengatakan, tidak ada ranjau darat yang ditanam akhir-akhir ini. Sementara pemerintah pusat menyebut, informasi akan hal itu masih sangat terbatas, sehingga belum dapat dipastikan kebenarannya.

detiktribun

 

error: Content is protected !!