Duterte Dekatkan China Dan Rusia Dalam Memperkuat Militer Filipina

Be Sociable, Share!
Duterte Dekatkan China Dan Rusia Dalam Memperkuat Militer Filipina

Duterte Dekatkan China Dan Rusia Dalam Memperkuat Militer Filipina. Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyempaikan bawah Filipina harus memiliki hubungan yang lebih erat lagi dengan China dan Rusia yang akan datang.

Menurut Rodrigo Duterte negara negara Barat hanya tertarik pada kepentingan politik standar ganda dan mengabaikan Filipina. Oleh karna itu kami lebih baik memilih hubungan dengan China dan Rusia

Diketahui Rodrigo Duterte akan mengunjungi Filipina selama 5 hari untuk melaksanakan kungjungan kerna nya. Sebelumnya Rodrigo Diterte ke Amerika Serikat untuk kunjungan kerja, Dirinya menyatakan dirinya tidak ada urusan personal dengan Amerika Serikat

Filiphona membutuhkan perubahan dalam kebijakan luar negeri demi memisahkan diri dari kepentingan Amerika Serikat.

“Saya tidak ingin melawan Amerika, Trump adalah teman saya. Tapi kebijakan luar negeri saya telah bergeser. Saya ingin bekerja sama dengan China dan Rusia. Karena di dunia Barat, semuanya hanya omong kosong,Negara Negara Barat memperlakukan kami seolah-olah kami masih koloni. Anda pasti bercanda. Kami adalah sebuah negara merdeka. Saya ingin negara saya diperlakukan dengan bermartabat,” ucap Duterte

Duterte Menyatakan keinginan nya menjalin kerja sama dengan Rusia dan China dalam kepentingan peralatan militer untuk memperkuat Filipina menjaga kedaulatananya.

Pekan ini Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana akan menandatanganin surat perjanjuan jual beli senjata dengan pihak China dari prosuden poly Technologies. Dan dalam waktu dekat Dirinya juga akan mendatanganin akan kesepakatan dengan pihak Rusia

Dirinya menyebutkan kepada wargawan bawah tidak akan membiarkan keamanan nasional Filipina tergantung kepada Negara Nagara barat saja, kami akan berubah demi kepentingan Filipina dengan memperkuat pertahanan Filipina

“Jika negara saya ambruk, siapa yang akan membangkitkannya? Amerika Serikat? Kami butuh senjata,” ucap Duterte .

Diketahui Filipina merupaka bekas koloni Amerika Serikat yang sebelumnya menjalin aliansi militernya selama beberapa dekade. Dan tiga perempat senjata militer Filipina merupakan pasokan dari negara Amerika Serikat.

Duterte pun menegaskan bawah dirinya tidak ingin filipina terseret antara perseteruan Amerika dengan China, dikarenakan pihak barat selalu memberikan syarat ketika kerja sama berlangsung untuk kepentingan mereka.Oleh karena itu Filipina ingin bebas dari perjanjian barat mendekatkan diri dengan China dan Rusia.

Dewadominoqq

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!