Duterte Pernah Keliling Naik Motor Untuk Bunuh Kriminal

Be Sociable, Share!

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengakui bahwa dirinya pernah membunuh para tersangka kriminal. Hal ini dilakukannya sewaktu masih menjadi wali kota Davao. Ia menyampaikan hal itu saat berpidato di depan para pebisnis Filipina saat dirinya membahas kampanyenya untuk memberantas narkoba.

Duterte menerangkan, dirinya pernah melakukan operasi seperti yang ia lakukan sekarang sewaktu menjabat wali kota Davao, Filipina selatan. Bahkan, dirinya sendiri yang langsung turun ke jalan untuk membunuh para tersangka kriminal. Ia melakukan hal ini untuk memberikan contoh bagi para polisi. Duterte biasanya berpatroli dengan motor besar, berkeliling sambil mencari masalah untuk memancing para kriminal. Ia benar-benar mencari sebuah kofrontasi dengan para kriminal sehingga bisa dapat langsung membunuh mereka.

Kebijakan kontroversial Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam memberantas penjahat narkoba dan pelaku kriminal terus berlanjut meski dikritik. Kebijakan Duterte yang memperbolehkan pembunuhan penjahat narkoba dan pelaku kriminal di Filipina memicu banyak kritikan. Kebijakan itu dianggap menyalahi prosedur hukum dan juga hak asasi manusia. Kepolisian nasional Filipina mengakui lebih dari 5.900 orang tewas dalam perang melawan narkoba. Semenjak Duterte menjabat pada awal Juni lalu, Perang itu memicu banyak korban tewas, baik di tangan polisi maupun di tangan pembunuh bayaran.

Kepolisian Filipina terus melakukan perang berdarah melawan para pengguna dan pengedar narkoba. Menurut data dari kepolisian Filipina, ada 5.927 kematian dalam perang melawan narkoba hingga Desember ini. 2.086 orang tewas dalam berbagai operasi yang digelar kepolisian Filipina. Sedangkan 3.841 orang lainnya tewas dalam pembunuhan di luar hukum. Lalu, lebih dari 40 ribu tersangka dilaporkan ditangkap dalam operasi kepolisian setempat.

Namun, menurut beberapa laporan, para penyerang bertopeng kerap menerobos masuk ke rumah-rumah dan membunuh orang-orang yang telah dicurigai sebagai pengedar ataupun pecandu narkoba. Duterte menyatakan bahwa para polisi hanya membunuh untuk mempertahankan diri dan para bandit telah membunuh korban-korban lainnya.

Duterte sempat beradu argumen dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Presiden Barack Obama yang terus mengkritiknya terkait hal yang disebut sebagai ‘pembunuhan di luar hukum’. Namun dengan presiden terpilih AS Donald Trump, sikap Duterte melunak. Terlebih setelah Trump menyebut perjuangan Duterte melawan narkoba sudah dilakukan dengan ‘cara yang benar’.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!