Eropa Akan Aktifkan Undang Undang Pemblokiran Atas Sanksi Amerika Serikat

Be Sociable, Share!
Eropa Akan Aktifkan Undang Undang Pemblokiran Atas Sanksi Amerika Serikat

Eropa Akan Aktifkan Undang Undang Pemblokiran Atas Sanksi Amerika Serikat. Jean Claude Juncker, presiden Komisi Eropa menyampaikan bahwa pada hari Kamis, lembaga yang dipimpinnya memiliki kewenangan tugas untuk melindungi perusahaan-perusahaan Uni Eropa dari sanksi yang di jatuhkan Amerika Serikat

Komisi Uni Eropa akan meluncurkan proses pengaktifan undang-undang yang melarang perusahaan-perusahaan dan pengadilan Uni Eropa untuk mematuhi sanksi Amerika Serikat terhadap Iran.

“Kita sekarang perlu bertindak, dan inilah mengapa kita meluncurkan proses untuk mengaktifkan undang-undang pemblokiran yang terjalin pada tahun 1996. Kita akan melakukannya pada Jumat pukul 10.30 waktu setempat ,” ujar Juncker

Diketahui Pihak Uni Eropa ingin meneruskan kesepakatan nuklir Iran yang sudah dibuat, dan pengaktifan UU Pemblokiran tersebut dinilai upaya paling tepat karena perusahan-perusahaan Uni Eropa tidak harus mematuhi sanksi yang di berikan AS.

Menurut Juncker. undang-undang tersebut juga tidak mengakui putusan pengadilan yang akan merugikan perusahaan-perusahaan Uni Eropa.

Langkah tersebut di ambil  Uni Eropa setelah Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

Diketahui Pakta nuklir itu ditandatangani oleh Uni Eropa, Amerika Serikat, Iran, China, Prancis, Rusia, dan Inggris pada tahun 2015 Menhenai Nuklir Iran.

Sebagai imbalan atas kesediaan menandatangani kesepakatan nuklir tersebut. Sanksi terhadap Iran akan diringankan.

Namun, pasca-pengumuman bahwa AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran. Sejumlah perusahaan di seluruh dunia sekarang menghadapi pilihan yang sulit. Karena Washington mengancam akan menghukum perusahaan yang melanggar sanksi.

Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa pihaknya akan tetap berkomitmen terhadap kesepakatan nuklir Iran. Selama para penandatangan pakta tersebut memastikan Teheran dilindungi dari sanksi Amerika Serikat.

Undang undang mengenai Pemblokiran merupakan sebuah produk hukum yang dibuat pada tahun 1996 untuk mengatasi embargo perdagangan Amerika Serikat atas Kuba.

Pasca-hengkangnya Amerika Serikat dari perjanjian nuklir, satu per satu perusahaan Uni Eropa  memilih hengkang dari wilayah Iran.

Perusahaan pelayaran tanker Denmark, Maersk Tankers menyatakan pada hari Kamis, akan menghentikan kegiatannya yang berada di Iran.

Perusahaan asuransi Jerman, Allianz, mengumumkan rencana untuk mengakhiri kesepakatan bisnisnya di sana. Produsen baja Italia, Danieli, juga menyatakan hal serupa mengenai hengkanya perusahannya dari iran.

Raksasa energi Prancis, Total, memeringatkan pada hari Rabu bahwa mereka akan menarik diri dari proyek bernilai miliaran dolar untuk mengembangkan fase 11 ladang gas South Pars, kecuali jika Amerika Serikat mencabut sanksinya atas Iran.

Merespons atas pernyataan perusahaan Total. Menteri Perminyakan Iran, Bijan Zangeneh menyampaikan bahwa perusahaan minyak milik negara China, CNPC siap menggantikan perusahaan Total.

Namun, secara terpisah, konsorsium Inggris, Pergas International. Menandatangani perjanjian awal dengan National Iranian South Oil Co untuk mengembangkan ladang minyak Karanj pada Rabu malam.

Perjanjian itu merupakan yang pertama antara Iran dengan  perusahaan Eropa sejak keluarnya Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir.

Sementara itu, Rusia,memperluas pengaruh ekonominya di wilayah Iran. Di ibu kota Kazakhstan, Astana,

Blok perdagangan Uni Ekonomi Eurasia yang dipimpin Rusia telah menandatangani perjanjian perdagangan interim dengan Iran untuk menurunkan tarif atas ratusan barang.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!