Erupsi Anak Gunung Krakatau Berpotensi Tsunami Kembali

Be Sociable, Share!
Erupsi Anak Gunung Krakatau Berpotensi Tsunami Kembali

Erupsi Anak Gunung Krakatau Berpotensi Tsunami Kembali. Pasca Tsunami Selat Sunda, Para wargadi pesisir Selat Sunda masih trauma. Ratusan warga di pesisir Teluk Lampung masih di landa panik.

Ribuan warga cepat-cepat mengungsi, naik kendaraan hingga berlari menembus gelap. Dari Kabar Berita bahwa tsunami Selat Sunda akan kembali menerjang dalam hitungan menit.

Posko pengungsian terdapat di wilayah Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, yang posisinya berada di dataran tinggi yang jaraknya jauh dari pantai

Para warga menuturkan bahwa dirinya kembali lagi, Dikarena mendengar kabar nanti malam akan terjadi tsunami jam 01.00 WIB makanya saya kembali lagi mengungsi,

Pada Sabtu 22 Desember 2018 malam, usai tsunami menerjang pesisir Selat Sunda, para warga pun berbondong bondong kembali ke pengungsian lagi. Nantinya Bila sudah aman ktia akan pulang lagi ke rumah. Karena lebih nyaman tidur di rumah, ucap seorang warga

Erupsi Anak Gunung Krakatau Berpotensi Tsunami Kembali

Kabar tsunami susulan diketahui menyebar dari mulut ke mulut dan pesan singkat yang dibagikan melalui telepon seluler. Banyak warga yang langsung percaya, tapi ada juga yang masih bertahan di rumah. Namun, pencegahan kekwatiran tersebut, warga tetap ramai-ramai mengungsi.

Masyarakat di pesisir Carita hingga Labuan, Banten kembali di dikagetkan dengan naiknya permukaan air laut dari bibir pantai hingga meluber ke daratan. Diperkirakan naiknya air tersebut dikarenakn rob Selasa lalu. para warga pun panik mengira tsunami susulan kembali terjadi.

Kepala Operasional Basarnas Banten, Heru menyampaikan bahwa Warga dihimbau harus siap siaga dan di peringatkan untuk menjauhi bibir pantai mempersiapkan mitigasi maupun diminta mewaspadai kabar hoaks. Misalnya di Labuan, banyak yang hampir kecelakaan dikarenakan hoaks

Tsunami yang terjadi pada Sabtu malam 22 Desember 2018 memang tidak biasa. Dikarenakan Tak ada gempa yang mengawali dan tanpa peringatan apapun. Akibatnya terjadi musibah yang fatal, dikabarkan setidaknya 430 orang tewas akibat terjangan Tsunami Selat Sunda

Aktivitas Anak Krakatau diyakini menjadi penyebab Tsunami Selat Sunda Kemarin. Diperkirakan Longsor terjadi di gunung yang menjulang miring yang menyebabkan perpindahan air laut dan memicu gelombang tsunami.

Erupsi Anak Gunung Krakatau Berpotensi Tsunami Kembali

Hingga kini terpantau Anak Gunung Krakatau masih belum berhenti erupsi dan terus memperbesar dirinya. Tingginya saat ini mencapai lebih dari 338 meter,Hampir setengah dari ketinggian ‘induknya’ yang mencapai 813 meter saat meledakkan diri pada tahun 1883.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah tsunami akan terjadi kembali. Yang jelas, peristiwa pad Sabtu malam menjadi pelajaran bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan karena Gunung Anak Krakatau masih erupsi sampai saat ini.

“Ada potensi yang pasti. Pertama, Gunung Anak Krakatau itu masih aktif, yang kedua sampai sekaranggetaran tremor juga masih tercatat. Itu menunjukkan aktifnya Krakatau,” ujar Rahmat

Dirinya menambahkan, diprediksi masih ada ada material bongkahan lereng Anak Gunung Krakatau yang masih menjulang tinggi dan belum longsor, jika terjadi longsor bisa menimbulkan tsunami

BMKG saat ini meminta kepada masyarakat di wilayah tersebut untuk menjauhi pantai sementara ini. Apalagi saat ini gelombang sedang tinggi.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!