Fakta Mengerikan Usai Kebakaran Pabrik Petasan

Be Sociable, Share!

Beberapa Fakta Mengerikan Yang Ditemukan Usai Wawancara Terhadap Korban Kebakaran Pabrik Kembang Api Di Kosambi

2 hari yang lalu tepatnya tanggal 26 oktober terjadi kebakaran di pabrik kembang api. Dengan alamat Komplek Pergudangan 99, Jalan Raya Salembaran, Cengklong, Kosambi, Kabupaten Tanggerang. Akibat kebakaran pabrik ini menewaskan 47 orang. Ditemukan beberapa Fakta yang janggal. Kejanggalan di pabrik ini mulai dari mempekerjakan anak berusia dibawah umur. Sampai upah yang tak sesuai dengan UMP.

Fakta lain Pabrik ini berdiri sangat dekat dengan SMPN 1 Kosambi, yaitu hanya berjarak 10 meter. Dan lokasi pabrik ini juga di daerah pemukiman warga. Diketahui Pabrik ini milik PT Panca Buana Cahaya Sukses. Beberapa fakta ini membuat masyarakat berpandangan buruk terhadap pemilik pabrik dan pemerintahan daerah (pemda) setempat.

Murid sekolah dan Warga setempat terekam kamera dengan kondisi panik, berteriak dan berlarian saat peristiwa ini terjadi. Wahidim Halim selaku Gubernur Banten angkat bicara perihal lokasi dan gudang pabrik ini. Yang berjarak sangat dekat dengan pemukiman warga dan sekolah.

” Banyaknya pabrik dan industri, sehingga membuat banyak izin dikeluarkan tanpa adanya evaluasi yang sesuai, menjadi kesulitan yang berarti. Tidak hanya di wilayah kabupaten namun juga diwilayah provinsi. Terkadang pengusaha memanfaatkan peran pemerintah yang terlalu baik. Akibatnya yaa seperti ini. Ucap Wahidin Setelah menjenguk korban di RSUD Kabupaten Tanggerang jum’at (27/10/2017).

Industri yang berdekatan dengan pemukiman warga memang menjadi persoalan. Ketika ingin ditindaklanjuti, akan berdampak pada tenaga kerja. Jadi memang pemerintah belum mampu melakukan penertiban ini karena berdampak dengan masalah tenaga kerja. Lanjut Wahidin

Dari hasil investigasi terhadap sekitaran lokasi ini , Ditemukan fakta lain. Anak-anak dibawah umur juga dipekerjakan di Pabrik ini. ” Haisil investigasi kita ditemukan pelanggaran, anak dibawah umur” Kata Wahidin.

Sistem kerja di pabrik ini dianggap terlalu menzalimi para karyawannya

Hal ini dikarenakan Upah pekerja yang diterima tidak sesuai dengan besarnya tanggung jawab yang ada dipabrik kembang api ini.

Anggota komisi IX DPR Irma Chaniago Bahkan Menyebut sistem yang berlaku di pabrik kembang api itu menzalami pekerjaanya. Cerita mengenai kehidupan karyawan di pabrik didapat Irma saat menjenguk korban di rumah sakit.

” Hampir semua korban yang saya wawancarai merupakan buruh harian lepas, jam 8pagi sampai jam 5 sore jam kerjanya. Gaji yang diterima rata-rata hanya Rp 20-60 ribu per hari. Tanpa diberikan uang makan.Ini bukan lagi perbudakan namun sudah menzalimi. Seharusnya Pihak Disnaker bertanggung jawab atas kejadian ini.” Kata Irma

Komisioner komnas HAM Sianne Juga mewawancarai korban yang luka-luka. Buruh di pabrik ini kebanyakkan kaum perempuan, ibu, dan anak-anak. Mereka ditempatkan untuk membungkus kembang api ditargetkan menyelesaikan 1.000 pcs dengan upah 40rb.

” Kami melakukan wawancara dengan korban. Kebanyakkan pekerja ibu dan anak-anak. Untuk bagian packing tidak ada kontrak kerjanya, tidak ada aturan apapun, yang penting borongan lepas. Satu kelompok 5orang target 1000pcs. Kalau target ini tercapai perorang dapat 40ribu, namun kalau target tak dapat dicapai perorang hanya dapat dibawah 40ribu bahkan sampai 20ribu.” Ucap Sianne.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!