Fakta Baru Terkait Kecelakaan Mobil Yang Ditumpangi Setnov, Mobil Melaju Degan Kecepatan Dibawah 21 km/jam.

Be Sociable, Share!

Fakta Baru Terkait Kecelakaan Mobil Yang Ditumpangi Setnov, Mobil Melaju Degan Kecepatan Dibawah 21 km/jam

Satu pekan lebih telah berlalu, kasus kecelakaan yang menimpa Setya Novanto selaku ketua DPR RI ditemukan fakta baru. Mobil Toyota Fortuner dengan plat B 1732 ZLO yang ditumpangi oleh Setya Novanto menabrak tiang listrik saat melintas di jalan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis tanggal 16 november, sekitar jam 19.00 WIB. 

Insiden ini berkepanjangan dikarenakan status Setnov yangs aat itu menjadi tersangka dalam megakorupsi e-KTP. Sehari sebelum peristiwa ini terjadi, rumah Setnov dikawasan Wijaya, Kebayoran Utara, Jaksel didatangi sekelompok pihak penyidik KPK. 

Mereka hendak menjemput paksa setnov dikarenakan selalu menjauh dari proses penyelidikan. Sayangnya, para penyidik tidak menemukan keberadaan setnov dirumahnya. Bahkan istri dan pengacaranya pun tidak mengetahui keberadaannya. 

Disamping itu, para penyidik dari Polda Metro Jaya melakukan olah TKP ditempat kecelakaan Setnov. Mereka juga memanggil para saksi untuk dimintai keterangan. Diantaranya, Hilman Mattauch supir yang mengemudi mobil fortuner. Dikarenakan saat tabrakan terjadi  hingga kap mobilnya ringsek namun airbagnya tidak keluar. 

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra mengungkapkan bahwa saat tabrakan, toyota fortuner yang ditumpangi oleh Setnov hanya melaju dengan kecepatan tidak lebih dari 21 km/jam. Inilah hal yang dikatakan pihak Toyota kepada penyidik. Inilah sebabnya mengapa airbag di mobil tidak keluar. 

Menurut hasil pemeriksaan menggunakan alat Traffic Accident Analysis (TAA) Korps Lalu Lintas Polri, menyebutkan bahwa kecepatan mencapai 50km/jam sebelum membentur trotoar. 

“Berdasarkan alat TAA pertama-tama kecepatannya 50km/jam, membentur trotoar menjadi 38 km/jam. Kemudian membentur pohon menjadi 21 km/jam, kemudian membentur tiang listrik.” Ucap Halim

CCTV sekitar hanya berhasil merekam saat mobilnya melintas dijalan Permata Berlian

Polisi juga mengatakan CCTV sekitar hanya berhasil merekam saat mobilnya melintas dijalan Permata Berlian. Namun, tidak berhasil menjangkau saat mobil itu bertabrakan dengan trotoar hingga menabrak tiang listrik. 

Saat terjadi kecelakaan Novanto duduk dibagian belakang sebelah kiri. Dia mengalami luka-luka diseluruh tubuhnya. Jidatnya juga benjol segede Bakpao. Setidaknya hal ini yang dikatakan oleh Pengacara Setnov Frederich Yunadi. Setnov langsung saja pingsan setelah kecelakaan itu. 

Kepada pihak polisi, Setnov mengaku bahwa dia duduk di sebelah kiri bagian tengah. Akibat benturan mobilnya Kepalanya membentur kaca di bagian kiri pintu. 

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!