Filipina memutuskan hubungan dagang dengan korut

Be Sociable, Share!

Filipina memutuskan hubungan dagang dengan Korea Utara

Filipina memutuskan  hubungan dagang dengan Korea Utara untuk mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai uji coba rudal Korea Utara yang berulang kali dilakukan. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Filipina, Jumat (8/9).

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya telah mendesak PBB untuk mempertimbangkan menjatuhkan sanksi baru yang keras terhadap Korea Utara. Ini setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklir terakhir minggu lalu, yang mereka sebut mengembangkan bom hidrogen.

Seperti yang dunia ketahui , Korea Utara melakukan uji coba rudal bom hidrogen pada tanggal 3 september 2017, seminggu yang lalu. Yang diluncurkan di daerah Punggye-ri yang menyebabkan gempa berkekuatan 6,3 SR. Ini merupakan uji coba kali ke 6 yang dilakukan korea utara sepanjang 11 tahun terakhir.

“Kami dapat memberikan informasi bahwa kami telah menghentikan hubungan perdagangan dengan Korea Utara,” Menteri Luar Negeri Alan Peter Cayetan. Mengatakan kepada wartawan setelah bertemu dengan duta besar AS untuk berbincang hubungan kerja sama dalam kegiatan anti-narkotika.

Filipina akan sepenuhnya mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB termasuk sanksi ekonomi

Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat saat pemimpin muda. Korea Utara Kim Jong Un meningkatkan pembangunan senjata dibandingkan dengan sanksi PBB yang diberikan. Mereka telah menguji serangkaian rudal tahun ini, termasuk peluru yang terbang di atas Jepang. Korea Utara juga melakukan uji coba nuklir keenam dan terbesarnya pada hari Minggu lalu.

Filipina adalah mitra dagang terbesar kelima Korea Utara, dengan nilai perdagangan antara kedua negara dari Januari sampai Juni tahun ini sebesar 28,8 juta dollar AS.

Menurut Badan Promosi Perdagangan dan Investasi Korea. Korea Utara mengimpor produk senilai 28,8 juta dolar AS dari Filipina pada 2017, naik 80 persen dari tahun sebelumnya. Sementara impor Manila dari Pyongyang melonjak 170 persen menjadi 16,1 juta dolar.

Menurut Departemen Perdagangan dan Industri Filipina (DTI), ekspor utama ke Korea Utara pada tahun 2015 meliputi peralatan komputer, papan sirkuit terpadu, pisang dan celana dalam wanita. “Resolusi Dewan Keamanan PBB cukup jelas,” kata Cayetano.

“Bagian dari resolusi tersebut adalah sanksi ekonomi dan Filipina akan mematuhi. Kami telah berkomunikasi dengan sekretariat DTI dan kemarin atau beberapa hari yang lalu kami telah diarahkan dari istana (presiden) untuk mendukung Dewan Keamanan PBB.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!