Habib Rizieq Diteror Sniper

Selasa (25/4/2017) kemarin, Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab diteror seorang sniper. Saat berzikir pagi – pagi di pendopo depan rumahnya di kawasan Megamendung, kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebuah peluru mendarat tidak jauh dari tempat Habib Rizieq berzikir. Karena kejadian ini, penjagaan di sekitar pendopo tersebut pun diperketat.

Setelah kejadian ini, Rizieq langsung mengurus segala keperluannya agar ia dan keluarga besarnya bisa segera umroh ke tanah suci sekaligus berlindung dari ancaman tersebut. Sehari setelah kejadian teror tersebut, Habib Rizieq beserta keluarganya yang berjumlah delapan belas orang itu langsung berangkat ke Arab Saudi.

Habib Rizieq memilih untuk tidak melaporkan aksi teror ini ke Polisi. Namun pihak Rizieq sudah menyimpan peluru yang nyaris mengenai sang habib. Pihak Rizieq juga mengatakan akan menggelar konferensi pers dalam waktu dekat. Adapun kabar bahwa Habib Rizieq meninggalkan tanah air untuk menghindari teror dan ancaman yang dialami belakangan ini ditepis oleh juru bicara FPI, Slamet Ma’arif. Menurutnya, Habib Rizieq memang sudah merencanakan sejak lama untuk pergi umroh ke tanah suci.

Sniper Bersenjata Senapan Angin

Tidak mudah untuk mengidentifikasi bahwa kamar pribadi Habib Rizieq di kawasan Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, bahwa kacanya yang mengalami retak tersebut adalah hasil dari tembakan sniper. Memang salah satu sisi rumah Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat menghadap lembah. Lokasi seperti ini merupakan lokasi yang cocok untuk meneror orang dengan menggunakan senjata api jarak jauh.

Seorang sniper yang sesungguhnya memiliki kemampuan menembak pada jarak minimal 600 meter menggunakan senapan laras panjang khusus dengan kaliber umumnya 7.62 mm. Seorang sniper juga sudah menerima latiahan khusus minimal selama 2 tahun untuk mendapatkan kemampuan yang dibutuhkan sebagai sniper.

Bila sniper benar – benar menembak kamar Habib Rizieq dengan menggunakan peluru kaliber 7.62 mm, kaca jendela atau pintu tersebut tidak hanya retak tapi hancur berantakan. Benda yang ada di dalam kamar pun pasti ada yang hancur akibat hantaman peluru kaliber 7.62 mm yang biasa digunakan untuk senapan serbu AK-47. Jika kaca yang retak tersebut karena ulah penembak jitu, maka senapan yang digunakan kemungkinan adalah senapan angin.

Penembak jitu bersenjata senapan angin tidak layak disebut sebagai sniper. Dapat dipastikan bahwa penembak ini tidak pernah menjalani pendidikan dan pelatihan sebagai seorang sniper. Di kawasan Bogor sendiri banyak orang yang memiliki senapan angin dan kerap digunakan untuk berburu burung, tupai, garangan, biawak, dan lainnya.

Senapan angin dengan peluru kaliber 4.5 mm ini juga merupakan senapan yang berbahaya jika ditembakkan dari jarak dekat. Benda seperti kaca atau triplek juga bisa retak bahkan tembus jika dihantam peluru senapan angin dari jarak cukup dekat. Tentu saja bila rumah seseorang menjadi sasaran sniper dengan senjata kaliber 4.5 mm atau 7.62 mm jelas akan merasa terganggu bahkan merasa terterror

Siapapun, bila kamar pribadi atau rumahnya sering dijadikan sebagai sasaran tembak senapan angin jelas merasa terganggu. Bahkan merasa terteror.

 

error: Content is protected !!