Hillary Clinton menyalahkan direktur FBI atas kekalahannya

Be Sociable, Share!

Hillary Clinton dengan legawa mengakui kekalahannya pada pilpres lalu. Secara “popular votes”, Hillary sebenarnya unggul tipis atas Donald Trump. Selisih suara di antara keduanya mencapai 600.000 suara.

Namun dalam sistem pilpres AS, kemenangan capres ditentukan berdasarkan keunggulan electoral votes (EV) bukan popular votes. Hal ini membuat Hillary hasus menerima kemenangan Donald  Trump yang meraih 306 EV, sedangkan Hillary Clinton hanya 232 EV. Untuk menjadi pemenang pilpres, capres hanya butuh 270 EV sehingga Trump menang telak atas Clinton.

Hillary langsung menelepon Trump seteah mengetahui dia tak mungkin lagi memperoleh 270 EV usai kalah di Florida dan Wisconsin. Trump menyambut positif telepon Clinton dan memujinya saat menyampaikan pidato kemenangannya 9 November lalu.

Sikap Trump usai memenangi pilpres AS berubah total, tak lagi kontroversial. Dia menampilkan diri sebagai presiden inklusif yang akan melayani semua warga AS, apapun latar belakang mereka. Hal inilah yang membuat demo Anti-Trump tak akan memengaruhi pemerintahan baru AS yang akan dimulai 20 Januari 2017 mendatang. Trump bahkan mengatakan kepada para demonstran bahwa mereka tak perlu khawatir karena dia akan membawa AS kembali menjadi negara hebat.

Sementara itu, Clinton yang menghindari media sejak menelepon Trump untuk mengucapkan selamat kepada sang miliuner, kini kembali bersuara. Dilansir Reuters dan BBC, Clinton menyalahkan Direktur FBI James Comey sebagai penyebab utama kekalahannya yang sangat memedihkan dan mengejutkan banyak kalangan tersebut.

Clinton mengatakan, pengumuman Comey terkait penyelidikan baru soal skandal surel yang terjadi saat dia menjabat menteri luar negeri beberapa hari sebelum pemungutan suara telah menghentikan momentum kampanyenya.

Disalahkannya Direktur FBI oleh Clinton tersebut terungkap saat dua penyumbang terbesar kampanye capres Partai Demokrat membocorkan hasil pembicaraan mereka dengan sang mantan menteri luar negeri AS tersebut.

Usai kalah dari Trump, Clinton menelepon secara langsung kepada sejumah peyumbang top untuk kampanyenya selama masa kampanye lalu. Hillary mengatakan “Ada banyak alasan mengapa pilpres seperti ini tidak sukses, Tetapi analisis kami menunjukkan bahwa surat Comey memicu keraguan yang tak beralasan, tanpa dasar, terbukti, menghentikan momentum kami. Kami menurun, dan kami tetap berupaya untuk meraih keunggulan lagi.”

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!