Inggris Peringatan Perang Mengenai Aktivitas Rusia Dilaut Baltik

Inggris Peringatan Perang Mengenai Aktivitas Rusia Dilaut Baltik

Inggris Peringatan Perang Mengenai Aktivitas Rusia Dilaut Baltik. Pemerintah dari Kerajaan Inggris memperingatkan kepada negara-negara yang berada di benua Eropa. Mengenai kemungkinan terjadinya perang di kawasan utara benua Eropa tersebut. Penyataan tersebut didasarkan pada kian agresifnya kegiatan militer yang dilakukan oleh pemerintah Rusia dalam setahun terakhir ini.

Jenderal Sir Nick Carter menyebut tidak ada kepentingan untuk mengurusi Rusia. Namun sebagi kerajaan Inggris, aktivitas militer yang dilakukan oleh Pihak Rusia yang berada di kawasan laut Baltik telah memicu ketengangan  dengan beberapa negara di sekitarnya.

“Laut Baltik adalah kawasan bersama di Eropa yang pemanfaatannya tidak boleh dikuasai oleh sepihak. Tapi, Rusia membangun semi-pangkalan militer di sana, sehingga membuat kekhawatiran bagi negara-negara di sekitarnya,” ucapnya

Meningkatnya kegiatan militer Rusia di kawasan Laut Baltik membuat  pemerintah Swedia dengan tegas penerbitan selebaran bahaya perang kepada hampir 5 juta penduduknya.

Bukan hanya itu saja. Pemerintah Polandia juga meningkatkan jumlah kapal militer untuk Mejaga dan bersiaga di kawasan pesisir wilayahnya. Begitu juga NATO yang merasa turut berkepentingan menambah jumlah personel pasukannya di wilayah Jerman.

Diketahui Kesatuan militer Rusia telah meningkatkan porsi latihan mereka sejak tahun lalu di wilayah laut Baltik, termasuk simulasi serangan di bagian utara Eropa, dari Kaliningrad hingga Lithuania.

Jenderal Carter juga telah menggarisbawahi mengenai kemampuan serangan rudal jarak jauh yang dimiliki oleh Rusia. Hal tersebut terlihat jelas pada keterlibatan pasukan Rusia di wilayah Suriah , yakni menembakkan 26 misil dari jarak sekitar 15000 kilometer.

Sementara itu, beberapa waktu lalu.  kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS St Albans, sempat mengawal ketat keberadaan kapal perang Rusia yang sedang melintas di Laut Utara.

Tidak lama berselang kejadian tersebut , pemerintah Inggris menyampaikan memperingatkan bahwa peristiwa tersebut merupakan sebagai ancaman baru Rusia melalui medium kabel bawah laut dari Kremlin ke London.

Kepala Staf Pertahanan Inggris, Marsekal Udara Sir Stuart Peach menyampaikan pada awal bulan Desember tahun lalu. Inggris dan NATO berkomitmen untuk memprioritaskan perlindungan jalur komunikasi tersebut. Upaya tersebut  untuk menghindari kemungkinan ‘melahirkan bencana’ terhadap perekonomian dunia.

detiktribun

error: Content is protected !!