Iran Menghimbau Amerika Serikat Untuk Pidahkan Pangkalan Militernya

Be Sociable, Share!
Iran Menghimbau Amerika Serikat Untuk Pidahkan Pangkalan Militernya

Iran Menghimbau Amerika Serikat Untuk Pidahkan Pangkalan Militernya. Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam, Jenderal Mohammed Ali Jafari, menyampaikan kepada Amerika Serikat agar memindahkan pangkalan militernya lebih jauh dari perbatasan Iran.

Mohammed Ali Jafari menyebutkan jika Washington menjatuhkan sanksi baru bagi negaranya maka Amerika Serikat segera untuk memindahkan panhkalan dengan jarak 2000 Kilometer dari jangkauan Rudal Iran

“Jika sanksi baru diberlakukan, negara tersebut harus memindahkan pangkalan regionalnya ke radius 2.000 kilometer di luar jangkauan rudal Iran,” ucapnya

Diketahui Amerika Serikat memiliki sejumlah pangkalan militer yang tersebar di Negara tetanga Iran, termasuk Bahrain, Irak, Oman dan Afghanistan.

Dirinya pun menolak untuk berdialog dengan Amerika Serikat terkait dengan isu regional dan sanksi yang akan di berikan oleh Amerika Serikat Terhadap Iran nantinya. Ia tegaskan jika Amerika SErikat mengklaim Korps Garda Revolusi Islam sebagai kelompok teroris. Maka pemerintah iran juga tak segan menganggap militer Amerika Serikat sebagai kelompok teroris.

Jika nantinya Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru, Maka menurut Jafari perjanjian yang sudah di sepakatin waktu lalu tidak sah dan untun menjalin hubungan baik akan gagal antara kedua negara.

Menurut analisis menyebutkan bahwa. Presiden Donald Trump akan memilih bertahan dalam kesepakatan nuklir Iran yang di tanda tangani pada tahun 2015. Antara Amerika Serikat Dengan Iran di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa. Namun di samping itu, Amerika Serikat akan mengambil tindakan kepada iran yang menyasar kepada fasilitas nuklir

Diperkirakan dugaan tersebut akan menargetkan Korps Garda Revolusi Islam. Yang dikabarkan memiliki hubungan dan membantu sejumlah kelompok militan seperti Hizbullah. Maupun kelompok lainnya, Tindakan itu termasuk sanksi finansial terhadap siapa saja yang bersangkut pautan dengan Korps Garda Revolusi Islam.

Presiden Iran Hassan Rouhani pada waktu lalu menyatakan pembelaannya terhadap kesepakatan nuklir Iran. Dirinya juga berkeyakina, bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan meninggalkan perjanjian yang sudah di sepakati beberapa tahun lalu

“Dalam negosiasi dan kesepakatan nuklir, kami mencapai solusi masalah dan keuntungan yang tidak dapat dibatalkan. Tak seorang pun dapat menariknya kembali, baik Trump atau orang lain. Bahkan, meski 10 Trump diciptakan di dunia, tetap ini tak bisa dicabut,” ucapnya.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!