Israel Tolak PBB Untuk Menyelidiki Insiden Kerusuhan Jalur Gaza

Be Sociable, Share!
Israel Tolak PBB Untuk Menyelidiki Insiden Kerusuhan Jalur Gaza

Israel Tolak PBB Untuk Menyelidiki Insiden Kerusuhan Jalur Gaza. Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman menyampaikan merespon Sekjen PBB, Antonio Guterres, dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, untuk menyelidiki peristiwa bentrokan yang menewaskan 16 warga Palestina di perbatasan Jalur Gaza. Israel menyatakaan akan menolak permintaan tersebut.

Lieberman menegaskan bahwa tidak akan ada penyelidikan mau Dari sudut pandang (Pasukan Pertahanan Israel atau IDF),  Dirinya menyebut, mereka melakukan apa yang harus dilakukan untuk bertahan dari para pendemo. Dia pun menyebut rasa seluruh pasukan kita, layak mendapat pujian,

Pihak Israel menuding bahwa kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza, memanfaatkan memontum tersebut untuk membuat kerusuhan untuk menyamarkan teror.

Israel juga menyebutkan bahwa kericuan  ini menunjukkan upaya serangan haman terhadap militer mereka di sepanjang perbatasan. Dari  informasi yang dirilis Israel dalam otoritas Jalur Gaza yang menyebutkan bahwa. Lebih dari 750 warga terluka adalah terlalu dibesar-besarkan.

PM Benjamin Netanyahu memberi pujian melalui Twiternya terhadap tentara Israel yang mengambil tindakan dengan tegas

“Tentara kami melakukan tugas dengan sangat baik. Israel bertindak dengan semangat dan kebulatan tekad untuk melindungi kedaulatan dan keamanan warganya.”

Sbelumnya, insiden tersebut pecah pada Jumat, 30 Maret 2018, ketika demonstran Palestina tengah berdemonstrasi untuk memperingati Hari Tanah Palestina.

Aksi demontrasi tersebut merupakan hari di mana enam warga Israel keturunan Arab tewas di tangan polisi dan pasukan Israel pada tahun 1976. yang di ketahui tersebut menentang rencana pencaplokan tanah Palestina di Galilea seluas 2.000 hektar.

Aksi tersebut akan berlangsung selama enam minggu atau di sebut dengan The Great March of Return. Mereka menuntut pengungsi dan keturunannya diizinkan kembali ke rumah keluarga mereka di Israel.

Dalam Demonstran tersebut didukung oleh Hamas dan sejumlah faksi politik lainnya di Palestina. Untuk setiap Jumat,  jumlah massa yang turun ke jalan jauh lebih besar.

Para Demonstran diketahui mendekati perbatasan dan melemparkan batu maupun benda benda lainnya ke petugas yang menghalangi, yang berakibatkan pihak militer Israel mengambil tindakan

“Orang-orang itu mendekati pagar (perbatasan), mencoba menembus dan masuk, merusak infrastruktur atau menggunakan area itu sebagai tempat beraktivitas berpotensi ditembak,” demikian keterangan Letnan Kolonel Peter Lerner dari IDF.

detiktribun

 

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!