Isu – Isu Kiamat Sepanjang Tahun 2016

Be Sociable, Share!

Dari Tahun ke tahun, berbagai macam spekulasi tentang waktu dam bagaimana kiamat terjadi terus bermunculan. Pada 2016 ini, sejumlah isu mengenai akhir dari dunia beberapa kali tersebar di dunia maya. Penjelasan yang diberikan oleh para penyebar isu mengenai prediksi bagaimana dunia akan berakhir ini pun cukup meyakinkan.

Para penyebar isu kiamat ini juga memberikan teori – teori yang mendukung prediksi mereka. Rata – rata penyebab berakhirnya kehidupan di Bumi, disebabkan oleh fenomena yang berasal dari luar angkasa. Namun,  seperti yang anda ketahui, kehidupan terus berjalan dan prediksi mereka yang sangat meyakinkan tersebut tidak menjadi nyata.

Berikut adalah beberapa prediksi mengenai penyebab dunia mengalami kiamat.

29 Juli 2016 Pergeseran Kutub Magnetik Bumi akan menyebabkan berakhirnya kehidupan di Bumi.

End Times Propechies menyebut bahwa 29 Juli 2016 akan menjadi akhir dari kehidupan di dunia. Kelompok kontroversial ini dikenal sebagai kelompok yang gemar mengembuskan isu kiamat. Mereka memprediksi, bergesernya kutub magnetik Bumi akan memulai serentetan peristiwa yang menyebabkan berakhirnya kehidupan di dunia. Penjelasan terkait hal itu dijelaskan dalam video berdurasi 17 menit berjudul ‘Why The World Will End Surely On 29 July 2016‘.

Menurut mereka, pergeseran kutub akan membuat atmosfer berlomba membentuk gulungan awan dan ketidakstabilan Bumi akan menarik bintang di langit. Namun, 29 Juli telah berlalu dan hingga kini, kehidupan masih terus berjalan. Ini menunjukkan ramalan kiamat 29 Juli 2016 tak terbukti kebenarannya.

Hal ini juga pernah disangkal oleh NASA. Pergeseran kutub Bumi merupakan fenomena geomagnetik di mana kutub magnetik utara perlahan-lahan bergerak dari kutub utara yang disebabkan pergeseran besi cair di inti Bumi. Ilmuwan membuktikan bahwa Bumi telah mengalami perputaran geomagnetik secara penuh setiap 780 ribu tahun.

Alih-alih bergeser secara mendadak, kutub magnetik akan bergerak perlahan di muka Bumi selama ribuan tahun. Pergerakan kutub magnetik utara telah meningkat pada abad ke-20 dan saat ini telah bergeser sekitar 64,3 kilometer per tahun. NASA memperhatikan bahwa pergerakan itu akan bertambah cepat antara 14 Juli hingga 19 Agustus. Tampaknya hal itu menjadi dasar ilmiah yang dijadikan kelompok ‘peramal’ itu atas klaim kiamat.

2 Agustus 2016 Sebuah Asteroid Besar Akan Menghancurkan Bumi

Para pencetus teori konspirasi mengklaim sebuah asteroid besar akan menabrak dan menghancurkan Bumi pada 2 Agustus 2016. Hal ini didasarkan pada tersebut didasarkan pada pengamatan NASA yang menyebut bahwa sebuah batu angkasa luar dengan panjang 120 meter itu akan mendekati planet kita pada 2 Agustus.

Para ahli mengatakan, asteroid itu berpotensi menjadi penyebab kiamat atau malapetaka karena dapat memicu kepunahan. Jika asteroid tersebut menabrak Bumi, maka debu – debu yang dihasilkan akibat tumbukan asteroid tersebut akan menyelimuti planet dan menyebabkan suhu rata – rata dunia turun hingga 8° Celcius. Hal ini akan menyebabkan Bumi mengalami Zaman Es lagi.

Meski melintas dekat, asteroid bernama 2016 NX22 itu akan melintasi Bumi di jarak aman, yakni 4,5 juta kilometer dari bumi. NASA sempat menyatakan bahwa tidak ada asteroid yang akan menghantam bumi hingga ratusan tahun ke depan.

19 Agustus 2016 Nibiru Cataclysm 

Nibiru merupakan bencana yang diakibatkan oleh bertemunya planet bumi dengan objek luar angkasa yang memiliki ukuran besar. Para pencetus teori konspirasi menyebut benda ini sebagai Planet X. Mereka mengklaim bahwa suatu hari, Planet X akan melintasi Bumi dengan jarak yang sangat dekat, yang mengakibatkan serangkaian bencana alam yang disebabkan oleh gravitasi Planet X.

Sebuah saluran di situs berbagi video mengatakan, penampakan Planet X yang berada di samping blood moon telah tertangkap kamera untuk pertama kalinya di Pennsylvania, Amerika Serikat. Rekaman itu juga mengklaim bahwa Planet X – lah yang menyebabkan Bulan berubah menjadi merah. Planet X inilah yang akan memicu Nibiru Cataclysm.

Sebenarnya, gambar di mana tampak sebuah titik di samping Bulan tersebut sudah pernah diabadikan sebelumnya. Titik di samping bulan tersebut disebabkan oleh flare atau suar lensa yang menyebabkan Bulan memiliki refleksi pada gambar. Namun, narator video itu mengklaim bahwa gambar tersebut berbeda. Ia juga menyebut pemerintah sebenarnya telah mengetahui akan kedatangan Nibiru, namun mereka menolak memberitahunya.

Namun layaknya sejumlah ramalan, Nibiru yang diprediksi akan terjadi pada 19 Agustus 2016 tidak terbukti.

 

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!