JENDRAL GATOT NURMANTYO SEGERA PAMITAN DARI KURSI KEPEMIMPINAN TERTINGGI TNI

JENDRAL GATOT NURMANTYO SEGERA PAMITAN DARI KURSI KEPEMIMPINAN TERTINGGI TNI

Jenderal Gatot Nurmatyo segera pamitan dari kursi kepemimpinan tertinggi TNI. Sembari menunggu putusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) soal persetujuan Kasau Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI baru.

“Ada baiknya , begitu sudah diputuskan oleh DPR bahwa telah disetujui pengganti saya, artinya sudah sah. Begitu selesai, mungkin satu minggu, lima hari, saya akan pamitan,” ungkapnya di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12).

Mantan Pangkostrad akan segera menanggalkan jabatannya sebagai Panglima TNI. Dengan alasan sudah terpilihnya Panglima TNI baru maka dia tidak ingin terjadi dualisme kepemimpinan jika masih bertahan sebagai Panglima TNI.

Panglima Gatot juga tidak inginkan beban kerja Marsekal Hadi menjadi bertambah dengan merangkap jabatan sebagai Kasau sekaligus Panglima TNI.

JOKOWI RESMI SURATI DPR

Pada Senin (4/12) pagi, Presiden Joko Widodo telah mengirim surat kepada DPR yang isinya terkait usulan pengangkatan Marsekal Hadi Tjahjanjo menjadi Panglima TNI yang baru.

Usai meresmikan Jalan Tol Soroja di Gerbang Tol Soreang, Senin (4/12) kemarin, Jokowi menyatakan Marsekal Hadi Tjahjanto layak mengisi jabatan Panglima TNI karena memiliki kepemimpinan dan kemampuan yang kuat.

“Saya yakin beliau memiliki kepemimpinan dan kemampuan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih professional sesuai jati dirinya yaitu tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional,” katanya.

Jokowi memastikan, penunjukkan Hadi sudah mengacu pada UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI. Di mana, pada pasal 13 ayat 4 disebutkan jabatan panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Sementara Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan Marsekal Hadi bukanlah orang asing di mata Jokowi.

Sebelum menduduki jabatan sebagai Kasau, Jokowi telah menunjuk Hadi menjadi Sekretaris Militer Presiden, kemudian diangkat menjadi Irjen di Kemenhan.

“Saya kira beliau bukan orang asing buat Pak Jokowi. Karena Presiden adalah atasan masing-masing kepala staf termasuk Panglima TNI,” kata Johan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/12).

SEKILAS PROFIL CALON PANGLIMA TNI

Hadi Tjahjanto dilahirkan di Malang, Jawa Timur, 8 November 1963. Dia adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Udara lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden yang terhitung pada 18 Januari 2017, Marsekal Hadi didapun untuk menjabat sebagai Kepala Staff Angkatan Udara dan akan dilantik menjadi Panglima TNI dalam waktu mendatang.

 

detiktribun.com

error: Content is protected !!