Kabar Kematian Pemimpin ISIS Oleh Pihak Rusia Menjadi Kontroversi

Kabar Kematian Pemimpin ISIS Oleh Pihak Rusia Menjadi Kontroversi

Kabar Kematian Pemimpin ISIS Oleh Pihak Rusia Menjadi Kontroversi. Kementerian Pertahanan Rusia Mengklaim telah membunuh pemimpin Kelompokm ISIS Abu Bakar Al Baghdadi pada 16 Juni 2017.

Abu Bakar Al Baghdadi dinyatakan tewas dalam serangan udara yang menargetkan pertemuan dewan pemimpin tertinggi ISIS di sebuah kota de facto di Raqqa Suriah.

Diketahui bahwa Pertemuan dewan pemimpin tertinggi ISIS di hadiri sekitar 30 komandan dan 300 militer dari kelompok Islamic State of Iraq and Syria

Menurut dari berbagai informasi yang di dapat, Pemimpin ISIS Ibrahim Abu Bakar al-Baghdadi turut hadir dalam pertemuan tersebut dan di perkirakan ikut tewas dalam serangan udara yang dilancarakan oleh militer Rusia

Juru bicara koalisi anti-ISIS yang dipimpin AS, Kolonel Angkatan Darat Amerika. Ryan Dillon menyebutkan dalam sebuah pernyataan. Pihaknya tidak bisa mengonfirmasikan mengenai klaim Rusia yang telah membunuh Petinggi ISIS Abu Bakar Al Baghdadi.

Menurutnya ada beberapa Klaim yang beredar semacan ini yang terbukti palsu pada sebelumnya,. Dikarenakan tidak ada bukti definitif bahwa laporan tersebut terbukti benar. Untuk sementara mengenai kematian Pemimpin Pentinggi ISIS masih diverifikasikan melalui bebagai sumber kami.

Melalui Akun Facebook dari Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan bawah. Mereka tengah melakukan pemeriksaan mengenai informasi terkait tewasnya Baghdadi dalam serangan yang beradadi di wilayah pinggiran Raqqa

Diketahui pada tanggal 28 Mei sebuah drone telah dignakan untuk mencari informasi mengenaik tempat dan waktu dalam pertemuan para pemimpin ISIS. Pada pukul 00.35 pihak Angkaan Rusia meluncurkan serangan yang sudah di perkirakan menjadi titik pertemuan. Ujar Kementerian Pertahanan Rusia.

Namun Menurut Seorang Kolonel Keamanan Nasional Irak menyebutkan bahwa Baghdadi diduga kuat tidak berada di lokasi pengempuran yang di lakukan Rusia diwilayah Raqqa. Menurutnya salah satu assisten Baghdadi yang tewas

Diperkirakan bawah Baghdadi beroperasi sangatlah hati hati yang berada di daerah perbatasan antara Irak dan Suriah. Baghdadi pasti akan menyuruh assistennya untuk membantu dalam pertemuan tersebut. Baghdadi juga menghindari penggunaan peralatan telpon seluler untuk mengcegah penyadapan dan keberadaan dirinya.

dewadominoqq

 

error: Content is protected !!