Lokasi Ledakan di Kampung Petasan Sukabumi di Ubah Jadi Kandang

Lokasi Ledakan di Kampung Petasan Sukabumi di Ubah Jadi Kandang

Ledakan pada tanggal 14 April 2017 terjadi di Kampung Lemburhuma Sukabumi. Dilokasi yang mendapatkan julukan sebagai kampung petasan ini. Sebuah Gubuk hancur dan tiga orang mengalami luka-luka. Delapan bulan telah dilewati, tempat yang dulunya merupakan pabrik petasan ini sekarang telah menjadi kandang untuk hewan ternak.

Ledakan yang disebabkan oleh petasan ini, bukan hanya sekali saja terjadi di kampung Lemburhuma, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bulan Juli tahun 2016, kejadian yang sama pernah terjadi. Saat ledakan itu satu bangunan hancur yang digunakan sebagai tempat pembuatan petasan.

Warga sekitar membenarkan bahwa dari tahun 2015 sampai tahun 2017 telah terjadi 3 kali. Ketiga ledakan ini berasal dari sebab yang sama yaitu percikan api rokok yang mengenai bahan pembuat petasan.

Jumlah korban akibat 3 kali ledakan ini tidak diketahui. Karena warga sekitar menutup dengan rapat semua informasi terkait ledakan ini. Dari semua catatan yang didapat hanya diketahui sedikit data dan identitas para korban.

“Dari beberpa kejadian yang sama ini, warga akhirnya tidak lagi menjadi pembuat petasan.” Ucap ketua RW 12, Andi Priatna selasa (19/12/2017).

Andi kemudian mengajak untuk melihat salah satu lokasi yang dulunya terkena dampak ledakan di bulan April 2017. Gubuk yang dahulunya hancur karena ledakan petasan, sekarang telah diubah menjadi kandang kambing, ayam dan bebek.

“Dulunya warga memang sengaja membuat tempat pembuatan petasan jauh dari perkampungan. Di pinggiran sawah, dekat sawah dan tempat irigasi. Petasan yang dibuat oleh warga sekitar sebenarnya tidak terlalu bahaya. Karena hanya petasan kecil, bukan petasan yang besar.” Ucap Andi

Biasanya warga membuat petasan jika menerima pesanan

Biasanya warga membuat petasan jika menerima pesanan. Yang biasanya digunakan untuk acara Khitanan dan acara pernikahan.

“Petasan ini dibuat hanya saat adanya pesanan, memang diakui sampai sekarang masih ada yang membuatnya. Namun sudah tidak sebanyak dahulu. Selain faktor pesanannya yang sudah jarang. Bahan-bahan pembuat petasan yang sulit diperoleh juga merupakan faktor lainnya. Warga sudah banyak beralih menjadi peternak hewan.” Lanjut Andi.

Utom Bustomi, Ketua RT 2, mengatakan kegiatan membuat petasan ini telah dilakukan puluhan tahun lamanya oleh warga Lemburhuma. “Sebelum saya dilahirkan kegiatan ini telah ada. Mungkin sudah lebih dari 50tahun. Kalau kejadian ledakan itu baru terjadi mulai tahun 2015. Dulunya sih gak ada.” Katanya.

Sekarang para pengrajin petasan lebih sedikit daripada dulu. Perlahan-lahan pengrajin ini beralih profesi menjadi petani dan peternak.” Ucap Utom.

error: Content is protected !!