Kanjeng Dimas Menipu Salah Satu Korban Senilai Rp 2 Miliar

Be Sociable, Share!

Kanjeng Dimas Menipu Salah Satu Korban Senilai Rp 2 Miliar

Kanjeng Dimas Taat Pribadi (46), yang lahir pada 28 April 1970 mengaku pernah menempuh pendidikan di bangku kuliah di Malang, namun drop out. Ia yang semula bernama asli Taat Pribadi itu mengaku memiliki ilmu ‘mendatangkan’ uang secara gaib dari gurunya, Kiai (Abah) Ilyas dari Mojokerto yang baru meninggal 10 Juli 2009 lalu. Kendati Dimas Kanjeng bukan ‘murid’ terbaik Abah Ilyas namun karena tidak pernah membantah, maka ia memperoleh ilmu gaib menggandakan uang dari gurunya.

Kanjeng Dimas Gentong alias Hasani Suhartono dan para pengikutnya mengelabui ratusan petani cengkeh di Trenggalek, Jawa Timur, hingga mencapai Rp 2 miliar. Modus yang digunakan oleh tersangka adalah dengan menggunakan fasilitas gentong gaib yang sudah diisi sesaji sebagai alat untuk menipu para korbanya.

Pihaknya menduga korban saat itu terlalu percaya dengan bujuk rayu para pelaku, sehingga tidak sadar terhadap penipuan yang dilakukan. Petani cengkeh tersebut baru tahu menjadi korban penipuan setelah uang hasil penjualan cengkeh dan penggandaan yang dijanjikan tersangka tidak kunjung diberikan.

Lebih lanjut mantan Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya ini menjelaskan, untuk meyakinkan para korbannya, tersangka Kanjeng Dimas Gentong alias Hasani Suhartono dan para pengikutnya terus menerus mendekati korban dan menjanjikan hasil uang penjualan cengkeh akan berlipat ganda hingga 200 kali lipat.

Awalnya bermula dari adanya laporan anggota intel yang melaporkan adanya praktel penipuan dengan gentong. Dan juga adanya laporan dari warga kepada Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman pada Kamis, 15 Desember 2016

Donny mengatakan, modus penipuan yang dilakukan tersangka adalah membeli cengkeh petani dengan harga Rp 150 ribu per kg dari harga pasaran Rp 100 ribu per kg. Kemudian, nilai uang hasil penjualan itu 1/3 digunakan untuk mahar, sedangkan 2/3 sisanya dimasukkan ke dalam gentong gaib untuk digandakan selama 6 bulan.
“Namun pada bulan ke-3, 1/3 uang itu dikembalikan. Dan kalau mau digandakan sampai 200 kali lipat, maka sisa uangnya atau 2/3 uangnya itu harus dimasukkan ke dalam gentong gaib,” kata Donny.

Donny menegaskan, ada sekitar 200 korban yang terkena bujuk rayu tersangka. Namun, baru ada 11 korban yang sudah melaporkan kepada polisi.

“Para korban itu yang banyak dari petani cengkeh, masyarakat sipil swasta dan PNS. Kalau pejabat belum ada yang laporan terkena tipu oleh Kanjeng Dimas Gentong ini,” ujar Donny.

Baca berita terkini lainnya di Detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!