Kapal Tenggelam di Kepulauan Seribu Akibat Kebocoran Pipa

Kapal Tenggelam di Kepulauan Seribu Akibat Kebocoran Pipa

TNI AD melakukan pembantahan jika kapal motor cepat Komando TNI yang tenggelam di perairan Kepuluan Seribu akibat dari muatan yang berlebihan. Pihak TNI menyatakan tengelamnya kapal ini karena adanya kebocoran pipa yang menyebabkan air masuk ke dalam ruangan mesin.

“Hasil penyelidikan sementara akibat adanya kebocoran dari bagian pipa strainer yang berfungsi sebagai penyedot air laut sebagai pendingin mesin induk dan mesin bantu. Serta dikarenakan ombak yang cukup tinggi pada saat itu.” Ucap Muhammad Nur Rahmad Salek selaku Aspam Kasad Mayjen TNI, di Jakarta Pusat , Rabu (21/3).

Nur Rahmad, menambahkan, ketinggian ombak pada saat itu berkisar 2 sampai 3 meter tingginya. Kuat dugaan hal ini menjadi penyebab masuknya air laut kedalam ruangan mesin.

“Nahkoda kapalpun sontak mematikan mesin karena sudah terendam air laut, dan beban kapalyang semakin berat yang mengakibatkan kapalini tenggelam secara perlahan.” Imbuhnya

Nur Ahmad membantah bahwa tenggelamnya kapalakibat muatan yang berlebihan. Dia menambahkan, kapalini mempunyai berat kosong 21 Ton dengan beban maksimal yang bisa sebanyak 28 Ton.

“Sehingga dengan kondisi muatan kapalketika itu, dapat berlayar secara normal. Hal ini juga dibuktikan dengan kapalyang sama yaitu KMC Komando AD-0415 yang mampu mengangkut semua personel yang ada di kapal KMC Komandao AD-1605,” tambahnya.

Kapal itu sebelum digunakan dalam kondisi yang layak digunakan

Kapal KMC Komando AD-1605 ini merupakan KMC pengadaan TNI AD yang bekerja sama dengan. PT Tesco Indo Maritim tahun 2016 yang didistribusikan di bulan Januari 2017. Kapal itu sebelum digunakan dalam kondisi yang layak digunakan.

Nur Ahmad menambahkan, penyelidikan secara lengkap akan dapat dilakukan setelah KMC Komando berhasil dievakuasi dari dasar laut.

“Pihak AD tentunya menjadikan peristiwa ini sebagai hikmah dan pelajaran. Supaya untuk kedepannya tidak akan terjadi kembali musibah yang seperti ini. TNI AD akan terus melakukan perbaikan dan evaluasi.” Tambahnya.

Diketahui sebelumnya, KM Komando tenggelam dalam perjalanannya menuju Pulau Pramuka pada tanggal 12 Maret lalu. Sebanyak 115 anggota personel Kodam Jaya yang berangkat menuju Kepulauan Seribu dalam rangka bakti sosial. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

error: Content is protected !!