Perseteruan Antara Aris Budiman dan Novel Baswedan Semakin Memanas

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sedang diranda permasalahan setelah Direktur Penyidikan Brigjen Pol Aris Budiman melaporkan rekan kerjanya Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya. Pelaporan dilakukan karena dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Novel.

Menanggapi kasus yang melibatkan dua penyidik ini membuat para pimpinan KPK mempunyai pandangan yang berbeda. Ketua KPK Agus Rahardjo berencana akan mendukung Novel untuk melewati kasus yang telah memasuki tahap penyidikan. Namun, sikap berbeda disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Saut Situmorang.

Agus menyampaikan akan memberikan bantuan hukum kepada Novel Baswedan. Dikarenakan Novel juga bagian dari pegawai yang harus diberikan pendampingan.

“Pendampingan terhadap pegawai itu biasanya dilakukan,” tegasnya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9).

Sementara itu, Laode M Syarif mengaku masih mempertimbangkan memberi bantuan hukum kepada Novel Baswedan. Karena kasus ini melibatkan dua anggota lembaga anti korupsi maka ada mekanisme internal untuk menyelesaikannya.

“Tapi ini masalahnya kan ini dua-duanya orang KPK jadi itu, jadi kami harus cek dulu internal rules di KPK,” ungkapnya.

Di lain sisi Saut Situmorang menyampaikan karena kasus ini menimpa pegawai KPK, maka pihaknya tidak akan pilih kasih. Walaupun kini dirinya akan mencari akal untuk menenangkan Aris yang disebut oleh Novel dalam surat elektroniknya sebagai penyidik yang tidak berintegritas.

“Common sensenya dia staf KPK kita harus take care, kita harus jaga. (dua2nya?) ya dong. dua-duanya kan staf kita intinya gitu ya,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan kalau dia tidak dapat menghentikan kasus ini biarpun ada penyelesaian secara internal. Dikarenakan kasus ini sudah memasuki tahap penyidikan, maka proses hukum sudah tidak bisa dihentikan.

“Oh iya ada dong (untuk meredam) pasti ada, tapi ketika prosesnya udah masuk kan harus berjalan apalagi ada SPDP nya kan harus jalan,” tutupnya.

Latar Belakang Pelaporan Novel Baswedan

Brigjen Pol Aris melaporkan Novel pada 13 Agustus 2017. Laporan itu tertuang dalam No LP 3937/VIII/2017/PMJ/ ditkrimsus tanggal 21 Agustus. Gelar perkara menghasilkan keputusan laporan Aris naik ke tahap penyidikan.

Polisi menjelaskan aduan tersebut ditangani sesuai dengan prosedur. Semua aduan lalu ditindak lanjuti polisi. Aris juga menyertakan beberapa bukti berupa email yang dikirimkan Novel pada 14 Februari lalu, terkait protes rekrutmen penyidik KPK yang berasal dari Polri.

Selain itu, di hadapan Pamsus Angket KPK, Aris mengungkapkan adanya konflik internal yang panas atau friksi di KPK. Menurut Aris, friksi tersebut terjadi setelah dirinya menjadi Direktur Penyidikan dua tahun silam. Aris juga menyebut bahwa di lembaga anti korupsi terbagi menjadi dua sisi.

error: Content is protected !!