KASUS SUMBER WARAS KEMBALI DIUSIK OLEH WAKIL GUBERNUR JAKARTA

KASUS SUMBER WARAS KEMBALI DIUSIK OLEH WAKIL GUBERNUR JAKARTA

KASUS SUMBER WARAS KEMBALI DIUSIK OLEH WAKIL GUBERNUR JAKARTA : Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengusik rencana pembangunan rumah sakit Sumber Waras. Kasus pembelian sebagian lahan tersebut terakhir kali masih dalam tahap penyelidikan di Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK).

Sandiaga mengancam tidak akan melanjutkan pembangunan di RS Sumber Waras. Mengacu kepada rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Maka Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) diminta  mengembalikan dana Rp 191 milliar sebagai kelebihan bayar. Dalam perkembangannya ada perubahan nilai kerugian setelah digelar audit investigasi oleh BPK yakni sebesar Rp 173 milliar.

Kerugian terjadi karena ada perbedaan nilai jual objek pajak tanah (NJOP). BPK menilai NJOP yang ada di Jalan Tomang Utara sedangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilainya di Jalan Kyai Tapa. “Karena ini di atas nilai yang sudah ditetapkan oleh BPK atau dibatalkan pembeliannya. Jadi sebelum itu selesai sebelum Sumber Waras itu clear permasalahannya dari segi akutansinya. Dan legalnya kami belum bisa menindaklanjuti pembangunan rumah sakitnya,” jelas Sandiaga.

Politisi Gerindra ini akan mengundang YKSW untuk duduk bersama. Tetapi jika mereka menolak untuk mengembalikan uang sebesar Rp 191 milliar. Maka Sandiaga mengancam akan membatalkan pembelian lahan tersebut. Walaupun pembatalan hanya bisa dibatalkan oleh pengadilan seandainya kedua belah pihak itu tudak bersepakat.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan untuk kasus Sumber Waras penyidik dan jaksa penuntut umum. Belum melihat ada indikasi melawan hukum dari pembelian lahan RS Sumber Waras. Bahkan KPK telah meneliti hasil audit BPK dan memeriksa sejumlah pihak untuk mengetahui proyek tersebut.

Cara lain yang dilakukan untuk membuktikan adanya kerugian negara dalam pembelian lahan RS Sumber Waras yakni menggandeng asosiasi. Untuk mengecek perbandingan NJOP yang ada di Jalan Tomang Utara dan di Jalan Kyai Tapa.

Pada proses ekspose yang dilakukan penyidik dan penuntut KPK menyatakan bukti kasus dugaan korupsi tersebut belum lengkap. KPK menegaskan siap melanjutkan kasus ini.

error: Content is protected !!