KBRI PASTIKAN SEMUA WNI AMAN MESKI ZIMBABWE DALAM SUASANA MENCEKAM

KBRI PASTIKAN SEMUA WNI AMAN MESKI ZIMBABWE DALAM SUASANA MENCEKAM

KBRI pastikan semua WNI aman meski Zimbabwe dalam suasana mencekam. Situasi panas di Ibu Kota Harare, Zimbabwe, sedang tidak aman.

Diketahui bahwa adanya persaingan yang semakin tajam antara kalangan elit tentara Zimbabwe dan Presiden Robert Mugabe. Dalam situasi seperti ini, WNI yang berada di ibukota Harare juga turut menjadi fokus pemerintah Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengaku sangat prihatin terkait situasi dan kondisi Zimbabwe saat ini. Indonesia melalui Kemenlu akan terus mengikuti dengan seksama antara kementerian luar negeri maupun Kedutaan Besar RI di Harare terkait perkembangan situasi di Zimbabwe.

“Kita cukup prihatin dengan situasi di sana. Dan kita mengharapkan agar permasalahan politik dapat diselesaikan melalui dialog secara damai,” kata Arrmanatha di Kementerian Luar Negeri pada Jumat (17/11).

Arrmanatha menambahkan, mengenai perihal yang terkait dengan WNI di Zimbabwe, ada sekitar 41 WNI yang sudah terdata lengkap. KBRI Harare mengabarkan mereka baik-baik saja. Dia juga menyarankan agar seluruh WNI terus menghubungi KBRI di Harare, apabila membutuhkan bantuan, KBRI siap membantu.

“Situasi yang kami terima dari KBRI Harare, situasinya masih tenang. Kita harapkan bahwa krisis politik ini dapat segera terselesaikan tanpa adanya jatuh korban.” kata Arrmanatha.

Ketegangan tersebut mencuat berhubung menjelang ajang pemilihan presiden Zimbabwe semakin meningkat. Panglima angkatan darat Zimbabwe mengancam bakal melakukan kudeta jika presiden petahana, Robert Mugabe, terus menyingkirkan lawan politiknya.

ANCAMAN DARI PANGLIMA ANGKATAN DARAT ZIMBABWE

Ancaman itu dilontarkan oleh Panglima Angkatan Darat Zimbabwe, Jenderal Constantino Chiwenga pekan ini. Dalam jumpa pers ditemani oleh 90 perwira, Chiwenga tidak terima dengan hasrat Mugabe menyingkirkan lawan politiknya, termasuk Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa.

Hal itu dilakukan demi memberikan jalan bagi istrinya, Grace, untuk menggantikan kedudukannya. Padahal, Mnangagwa dahulunya merupakan pejuang kemerdekaan bersama-sama dengan Mugabe. Keduanya juga anggota partai penguasa, Zanu-PF.

“Pembersihan yang sedang berlangsung terhadap anggota partai yang merupakan pejuang harus segera dihentikan,” kata Chiwenga dalam jumpa pers di markas Angkatan Darat Zimbabwe.

 

detiktribun.com

error: Content is protected !!