Kebijakan Imigrasi Trump Ditangguhkan Hakim Federal

Kebijakan imigrasi baru yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ditangguhkan sementara oleh pengadilan federal. Hal ini juga menjadi pemicu kemarahan Trump. Via Twitter, Trump mengatakan bahwa putusan pengadilan federal ini akan menempatkan rakyat AS dalam bahaya.

Hakim federal James Robart yang berbasis di Seattle, Washington, menjatuhkan putusan untuk menghentikan sementara kebijakan imigrasi Trump secara nasional, pada Jumat (3/2) kemarin. Penghentian sementara ini berlangsung hingga pengkajian hukum lebih luas terhadap kebijakan ini selesai dilakukan.

Putusan ini berdasarkan hasil dari disetujuinya gugatan jaksa agung negara bagian Washington, Bob Ferguson, yang menuding perintah eksekutif Trump melanggar jaminan kebebasan beragama dan kesetaraan perlindungan yang diatur dalam Konstitusi AS. Pemerintahan Trump pun tidak tinggal diam atas keputusan ini. Diwakili oleh Departemen Kehakiman AS, pemerintahan Trump mengajukan banding dan meminta kebijakan imigrasi itu diberlakukan kembali.

Namun pada Minggu (5/2) pagi, pengadilan banding AS yang bernama Ninth Circuit Court of Appeals, menolak banding pemerintahan AS. Tidak ada penjelasan yang diberikan pengadilan banding tersebut terkait penolakan banding dari pemerintah AS. Kemarahan Trump pun semakin memuncak.

Donald Trump mengatakan bahwa keputusan hakim federal ini sangatlah buruk. Menurut Trump, keputusan ini menempatkan AS dalam bahaya. Ia juga akan menyalahkan hakim federal tersebut dan sistem peradilan yang ada bila sampai terjadi sesuatu akibat ditangguhkannya kebijakan imigrasi tersebut. Untuk mengantisipasi hal ini, Trump sudah menginstruksikan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk memeriksa setiap orang yang datang ke AS dengan sangat hati-hati.

Sangat jarang bagi seorang presiden AS yang masih menjabat, mengkritik seorang hakim. Melalui media Twitter, Trump dengan nada marah memposting sejumlah tweet yang dengan jelas menyerang hakim Robart. Ia menyebut bahwa hakim Robart menghalangi usaha dalam mengamankan AS dan juga mengancam akan mengugurkannya sebagai hakim federal.

Komentar ini pun memicu kritikan tajam dari pihak Partai Demokrat dan banyak pihak lainnya, yang menyebut Presiden AS berusaha mengintervensi lembaga peradilan pemerintah. Senator senior Partai Demokrat, Partrick Leahy dari Vermont, menyebut Trump ‘bermaksud memicu krisis konstitusional‘. Seorang hakim federal AS ditunjuk langsung oleh Presiden AS. Hakim Robart yang kini menjabat hakim senior pada Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Washington Barat ini, ditunjuk oleh Presiden George W. Bush pada tahun 2004 lalu.

error: Content is protected !!