Kecelakaan Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines memiliki Kesamaan Dengan Lion Air

Be Sociable, Share!

Kecelakaan Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines Ethiopian Airlines menjadi kontrofersi, Beberapa pihak menyebut ada beberapa kesamaan antara dua kecelakaan yang melibatkan Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines dengan Lion Air.

Menanggapi hal ini, Ketua Subkomite Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo menyampaikan bahwa alangkah baiknya jika kedua negara bekerjasama.

“Katanya ada kemiripan antara Etiopia dengan Lion Air kalau ada kemiripan alangkah baiknya kami bekerja sama supaya bisa berbagi data informasi untuk peningkatan keselamatan,” ujarnya

Dirinya menyadari saat ini bertapa mereka sibuknya seperti apa. Sama seperti kami alami di minggu-minggu pertama saat kecelakaan pesawat yang melibatkan Boeing 737 Max 8 milik Lion Air PK-LQP dengan kode penerbangan JT 610 Jakarta-Pangkalpinang. yang jatuh di Perairan Kerawang, Jawa Barat

Nurchayo menyampaikan bahwa, pihaknya telah mengirimkan surat ajakan kerjasama dengan pihak Etiopia, baik melalui via surat elektronik maupun lewat berbagai otoritas yang saat ini terlibat dalam investigasi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

“Kita juga kirim lewat teman kita di NTSB (KNKT Amerika Serikat), karena juga terlibat investigasi mereka kita kirim juga ke teman-teman kita di Prancis, BEA (Badan pengawas keselamatan penerbangan Prancis), karena black box Etiopia dibaca di Prancis.” sebutnya

Diketahui surat yang berisi ajakan Indonesia tersebut sudah diterima dan dikaji oleh pihak Etiopia. Nah sampai dengan tadi malam. Surat kita sudah diterima oleh otoritas Etiopia, mereka sedang melakukan kajian tersebut terkait perlu atau tidak bekerjasama dengan Indonesia

Kecelakaan Boeing 737 Max8 milik Ethiopian Airlines memiliki Kesamaan Dengan Lion Air.

Sebelumnya, KNKT menjanjikan akan segera menyelesaikan proses penyelidikan terkait kecelakaan pesawat Boeing Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610, di Perairan Karawang, Jawa Barat, Oktober 2018.

Pihaknya akan memberikan Hasil investigasi yang ditargetkan akan diumumkan pada Agustus 2019 mendatang

Menteri Perhubungan Budi Karya menanggapi kelanjutan penyelidikan pesawat Boeing 787 Max 8. Investigasi akan dilakukan secara independen, namun pihaknya masih membutuhkan rekomendasi dari Boeing maupun Federal Aviation Administration (FAA).

“Kami akan tindaklanjuti apa yang direkomendasikan (Boeing dan FAA). Laik terbang diikuti dengan SOP yang baru atau bahkan ada perubahan yang baru,” ungkap Budi

Dirinya juga menyatakan kemungkinan adanya perangkat lunak MCAS Boeing diubah. Namun dia masih menunggu Boeing pengumuman tersebut,

Budi juga menyebut Indonesia masih yakin dengan rekomendasi FAA dan akan terus menunggu instruksi selanjutnya. Pemerintah Amerika Serikat dinilai cukup adil dalam memberikan sanksi-sanksi pada pihak terkait.

“Pasti harus percaya pada FAA. Apalagi pemerintah Amerika Serikat cukup fair memberi sanksi. tegasnya

klik

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!