KKP LINDUNGI PEMBUDIDAYA IKAN KECIL DENGAN ASURANSI PERIKANAN

KKP LINDUNGI PEMBUDIDAYA IKAN KECIL DENGAN ASURANSI PERIKANAN

KKP LINDUNGI PEMBUDIDAYA IKAN KECIL DENGAN ASURANSI PERIKANAN : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan program asuransi Perikanan bagi pembudidaya ikan kecil. Program tersebut merupakan kerja sama antara KKP dengan PT Asuransi Jasa Indonesia/Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyerahkan secara simbolik polis asuransi. Kepada perwakilan penerima bantuan program asuransi perikanan bagi pembudidaya kecil.

Menteri Susi menjelaskan bahwa asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil ini merupakan langkah konkret dari komitmen KKP. Untuk melindungi pembudidaya ikan kecil agar mereka semakin berdaya dan mampu bangkit saat menghadapi kegagalan produksi sehingga usahanya berkelanjutan.

Program asuransi perikanan ini nantinya berjalan dengan skema polis asuransi yang pertama kali ada di Indonesia dan mampu menyentuh pembudidaya ikan kecil. Tahun 2017 setidaknya sebanyak 2.004 orang pembudidaya ikan kecil dengan luas lahan 3.300 hektar akan di cover program asuransi ini.

Direktur jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto dalam keterangannya mengatakan asuransi ini akan memberikan jaminan perlindungan. Atas resiko dalam hal ini mencakup serangan wabah penyakit ikan atau bencana alam yang dialami oleh pembudidaya ikan kecil. Menurutnya pembudidaya ikan kecil sulit bangkit saat dihadapkan pada kegagalan produksi.

Sebagaimana diketahui Ko-Asuransi dibentuk atas kerja sama antara Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan KKP untuk memfasilitasi pertanggungan program Asuransi Usaha Budidaya Udang (AUBU).

Program asuransi ini merupakan bentuk implementasi dari amanat UU No 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan Nelayan Pembudidaya Ikan dan Tambak Garam. Dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 18 Tahun 2016 tentang Jaminan Perlindungan. Atas Risiko kepada Nelayan Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

KKP sendiri menetapkan kriteria calon penerima premi asuransi ini antara lain yakni memiliki kartu pembudidaya ikan (aquacard). Diutamakan yang telah mengikuti program Sertifikat Hak atas Tanah Pembudidaya Ikan (SEHATKAN). Sudah tersetifikasi Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) dan merupakan pembudidaya ikan skala kecil dengan pengelolaan lahan kurang dari 5 hektaare.

error: Content is protected !!