KONDISI KEDUA KORBAN LEDAKAN TNT MILIK PASKHSA SUDAH MULAI MEMBAIK

KONDISI KEDUA KORBAN LEDAKAN TNT MILIK PASKHAS SUDAH MULAI MEMBAIK

Dua Korban Luka akibat ledakan bahan peledak (TNT) milik Pasukan Khas TNI Angkatan Udara yang terjadi di desa Rambah Utama. Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, saat ini masih dirawat Intensif di RSUD Pasir Pengaraian. Sementara tiga korban luka lainnya sudah diizinkan pulang karena kondisinya membaik.

Kepala Dinas Kesehatan Rohul drg Grifino Dahilardy Ahad mengatakan. Dua korban luka yang masih dirawat itu di antaranya Gianto dan Heru. “Mereka dirawat di dua ruang perawatan berbeda dengan kondisi semakin membaik,” ujar Grifino,

Dari keterangan saksi di lokasi, Gianto adalah salah seorang yang saat kejadian sedang bekerja mengecor tiang. Di dekat lokasi ledakan TNT milik Paskhas itu. Bahan peledak itu diotak atik Suwanda, di teras rumah warga lain yang pertama kali mendapatkannya di areal latihan Paskhas.

Sedangkan Heru, duduk di dekat Suwanda, saat Suwanda mengotak atik bahan peledak itu, dan mengakibatkan ledakan sangat kuat. Tubuh Suwanda hangus mengalami luka bakar, bahkan kedua tangannya putus.

Menurut Grifino, Heru mendapatkan perawatan medis sangat intensif lantaran menjadi korban luka paling parah. Dalam peristiwa ini.Korban masih dalam pemantauan tim medis RSUD dan Paskhas di ruang ICU. kondisinya secara umum baik dan sadar. Tetapi kalau memang nantinya tim medis dari paskhas merasa perlu melakukan rujukan, maka kita siap mendukung langkah-langkah evakuasi

Sehari setelah kejadian, Heru dioperasi tahap awal untuk mengobati lukanya. Dari hasil pemeriksaan dari dokter mata, penyakit dalam dan THT kondisi Heru saat ini sudah membaik pasca dilakukanya operasi.

Sebelumnya diberitakan, ledakan TNT milik Paskhas TNI AU terjadi Kamis lalu, di Desa rambah utama kecamatan rambah samo. Usai latihan serangan fajar yang menjadi rangkaian Latihan Trisula Perkasa Paskhas AU tahun 2017.

Ledakan terjadi setelah bahan peledak yang tertinggal di kawasan latihan, dibawa warga keluar oleh warga tanpa izin. Padahal, kawasan itu sebagai tempat latihan yang belum disterilisasi sekitar 30 meter dari zona latihan.

Dalam kejadian itu, 5 orang terluka dan Suwanda tewas dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga pada Kamis malam itu juga. Itu dilakukan setelah diotopsi di RS Bhayangkara Pekanbaru.

dewadominoqq.com

 

error: Content is protected !!