Korea Selatan Berbeda Pendapat Dengan Jepang Mengenai Korut

Be Sociable, Share!
Korea Selatan Berbeda Pendapat Dengan Jepang Mengenai Korut

Korea Selatan Berbeda Pendapat Dengan Jepang Mengenai Korut. Menteri Pertahanan Jepang Hisunori Onodera menyamoaikan pernyataan bahwa dirinya menganjurkan agar komunitas internasional tidak sekonyong-konyong untuk memuji Korea Utara.

Hanya karena Pyongyang menyetujui dialog dengan Korea Selatan pada April lalu dan Amerika Serikat pada 12 Juni mendatang untuk melakukan denuklirisasi.

Onodera mengatakan bahwa penghargaan itu baru dapat diberikan jika Korea Utara telah mengambil tindakan nyata setelah membongkar semua program peluru kendali balistik dan denuklirisasi.

Pandangan berbeda  di sampaikan oleh Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo. Dirinya justru mendesak agar komunitas internasional terus memberikan dukungan positif kepada Korea Utara,

Demi membantu menumbuhkan rasa percaya negara yang dipimpin Kim Jong-un itu kepada masyarakat dunia dan melakuka denuklirasi nuklir nantinya.

Perbedaan pandangan antara kedua negara sekutu terdekat Amerika Serikat di Asia Timur tersebut  terjadi menjelang KTT Korea Utara-Amerika Serikat. Yang direncanakan berlangsung pada 12 Juni di Singapura untuk membahas penghentian program senjata nuklir Korea Utara.

Saat berbicara di forum keamanan Dialog Shangri-la yang berada di Singapura. Onodera mengatakan bahwa penandatangan perjanjian Korea Utara untuk mengakhiri program nuklirnya pada masa lalu adalah upaya untuk melakukan lebih banyak kegiatan pengembangan senjata.

“Mengingat bagaimana Korea Utara berperilaku pada masa lalu mengenai Nuklir, Hal terpenting untuk tidak memujinya hanya karena mendadak setuju untuk berdialog. Satu-satunya cara untuk membawa perdamaian adalah memastikan Korea Utara mengambil tindakan nyata untuk mengakhiri semua program nuklir dan pengembangan rudal balistiknya,” ujar Onodera

Onodera menjelaskan. Korea Utara pada tahun 1994 dan 2005 menandatangani perjanjian untuk mengakhiri program senjata nuklir dengan imbalan diplomatik dan ekonomi. Tetapi tetap melanjutkan dengan melakukan uji coba pertama dari enam uji coba nuklir pada 2006. Yang menghasilkan serangkaian sanksi dari PBB maupun Amerika Serikat.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berprioritas melibatkan Korea Utara dalam dialog untuk menyelesaikan permusuhan selama puluhan tahun. Untuk membawa perdamaian yang langgeng di semenanjung Korea. Serta berjanji secara terbuka bahwa tidak akan menuntut kehancuran negara tetangganya.

Kendati demikian, Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo mengakui meski ada perdebatan tentang hal tersebut. Sejauh mana perlucutan senjata nuklir yang harus dilakukan oleh Kim Jong-un dan Korea Utara.

Jika fokusnya adalah pada perselisihan dan bukan melangkah ke masa depan. Maka dialog tidak akan pernah membuat kemajuan.

“Tetap harus ada CVID, pembongkaran lengkap, dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah, dan itu harus ditegakkan, dan saya yakin Kim Jong-un akan menerimanya,” ucap Song

“Jika Anda terus meragukan motif Kim Jong-un, itu hanya akan menjadi hambatan untuk pembicaraan dan kemajuan,” Ujar Song Young

detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!