Korea Utara Akan Segera Menggelar Sidang Parlemen

Be Sociable, Share!

Pemerintah Korea Utara akan menggelar sidang parlemen bulan depan. Sidang parlemen kali ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea terkait uji coba nuklir dan rudal yang terus dilakukan oleh Korea Utara. Sidang Parlemen Korea Utara diketahui terakhir kali berlangsung pada Juni 2016 dimana saat itu sang pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un memilih ketua komisi pemerintahan tertinggi yang pada saat itu baru dibentuk, yang menekankan kontrol mutlak Kim Jong-Un atas semua aspek kebijakan negara.

Di Korea Utara, sidang parlemen memang jarang digelar. Setiap tahunnya, parlemen negara komunis ini hanya menggelar sidang sekali atau dua kali saja. Umumnya, agenda sidang parlemen ini adalah untuk mengesahkan anggaran ataupun keputusan lainnya yang dianggap penting oleh partai yang berkuasa di Korea Utara.

KCNA, sebagai kantor berita resmi Korea Utara, melaporkan bahwa sidang parlemen kali ini akan digelar di Pyongyang pada tanggal 11 April 2017 mendatang. Namun KCNA tidak menyebutkan lebih detail mengenai sidang tersebut. Bahkan agenda sidang pun tidak disebutkan di dalam berita tersebut.

Sidang parlemen Korea Utara ini akan diamati dengan cermat oleh para pengamat untuk mengetahui ada atau tidaknya perubahan kebijakan – kebijakan yang diterapkan oleh Korea Utara. Ada juga kemungkinan bahwa beberapa pejabat – pejabat tingkat tinggi di Korea Utara akan mengalami pergantian.

Seperti kita ketahui, Korea Utara telah melakukan dua kali uji coba nuklir dan serangkaian peluncuran rudal sejak awal tahun lalu. Hal ini tentu saja melanggar resolusi PBB yang telah melarang Korea Utara untuk melakukan aktivitas yang melibatkan rudal balistik. Ada beberapa spekulasi yang mengatakan bahwa Korea Utara sedang mengembangkan rudal bermuatan nuklir yang dapat menjangkau hingga wilayah Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, dalam kunjungannya ke Korea Selatan mengatakan bahwa kebijakan diplomasi AS selama bertahun – tahun terhadap Korea Utara terkait program senjata nuklirnya, telah gagal. Menurut Tillerson, aksi militer terhadap Korea Utara saat ini menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan. Menanggapi pernyataan dari Amerika Serikat tersebut, Korea Utara dengan mudahnya mengklaim pihaknya punya kemampuan untuk merespons ancaman perang dari Amerika Serikat.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!