Korea Utara Kembali Luncur Rudal Balistik Setelah Mendapat Peringatan

Korea Utara Kembali Luncur Rudal Balistik Setelah Mendapat Peringatan

Korea Utara Kembali Luncur Rudal Balistik Setelah Mendapat Peringatan. Rudal tersebuah duluncurkan dari sebuah daarah di Utara kota Pyongyang.

Menurut Juru Bicara Kementerian Pertahanan Jepang Takahiro rudal itu terbang menujuh timur Semenanjung Korea. Diduga Rudal jatuh di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Jepang jaraknya kira kira 200 nautikal mil dari garis pantai.

Pelucuran rudal tersebut setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan batas waktu peringatan kepada pemerinta Korea Utara

Diperkirakan Amerika Serikat berserta sekutunya terlihat sudah mulai frustasi dengan mandeknya program untuk menghentikan aksi Korea Utara dalam melakukan ujicoba Rudal Nuklir

Diketahui Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bawah kesabarannya terhadap Korea Utara sudah habis. Pernyataan tersebut disampaikan saat Donald Trump Menjamu Presiden Korea Selatan Moon Jae in yang sedang kunjungan kenegaraan pada 30 juni 2017

“Era kesabaran strategis terhadap rezim Korea Utara telah gagal. Dan jujur, kesabaran itu sudah habis, ucap Donald Trump.

Trump pun berjanji akan melindungi kepentingan dan koalisi AS di kawasan Semenanjung Korea. Negaranya siap menghadapi ancaman dari rezim Korea Utara yang sama sekali tidak menghiraukan keamanan dan keselamatan manusia dan warga negara tetanganya.

Presiden Korea Selatan pun menyampaikan pendapatnya bawah Korea Selatan pun akan menindak atas ancaman dan provokasi yang di lakukan oleh negara tetanganya yaitu Korea Utara. Korea Selatan pun akan memperkuat kerja sama dengan Amerika Serikat dalam hal pertahanan dana Militernya di Semenanjung Korea.

Moon pun menghimbau kepada Korea Utara untuk mengambil jalur diplomasi guna untuk meredam ketengan di Semenanjung Korea

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga berjanji akan melakukan kerja sama dengan Korea Selatan untuk meningkatkan tekanan terhadap Pihak Pyongyang. Selain itu Abe juga menelepon Presiden China Xi Jinping pada Minggu 2 juli 2017.

Dalam pembicaran nya Perdana Menteri Jepang membicarakan ancaman yang saat ini berkembang dari program perngembangan rudal dan hulu ledak Nuklir. Yang di gandang gandang oleh Korea Utara.

dewadominoqq

 

error: Content is protected !!