KPK Kantongin Nama Pejabat Kemenag Keterlibatan Suap Jabatan

Be Sociable, Share!
KPK Kantongin Nama Pejabat Kemenag Keterlibatan Suap Jabatan
KPK Kantongin Nama Pejabat Kemenag Keterlibatan Suap Jabatan

KPK Kantongin Nama Pejabat Kemenag Keterlibatan Suap Jabatan. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan bahwa Pihak Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK telah mengantongi nama, bukti serta informasi dugaan keterlibatan pejabat di Kementeriaan Agama (Kemenag)

Hal tersebut dalam kasus dugaan jual-beli jabatan di Kemenag yang menjerat mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi.

“Siapa pihak Kemenag yang juga ikut terlibat dan kerja sama dengan RMY (Romi). Siapa orang tersebut belum bisa disampaikan karena masih dalam proses penyidikan,” ujar Febri

KPK pun menduga, dalam kasus jual beli jabatan yang berada di Kemenag, Romi tidak bermain sendiri. MeRomi melakukan hal tersebut secara bersama-sama dengan pejabat pejabat di Kemenag.

“Karena Romi diduga tidak melakukan hal tersebut dengan sendirian, ada pihak lain di Kementerian Agama yang kami indikasikan sejak awal bekerja sama dengan romi,” ucapnya

KPK telah menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama, Dirinya diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.

Selain Romi, KPK juga telah menetapkan dua orang tersangka lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS). Keduanya diduga menyuap Romi agar mendapatkan jabatan di Kemenag.

Dikabarkan, memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, Haris Hasanuddin mendatangi kediaman Romi dengan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta pada 6 Februari 2019. Pihak penyidik saat itu menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Diketahui Pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak diusulkan ke Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin. Dikerenakan Haris pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi penyuapan antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag untuk Provinsi Jatim. Haris Hasanuddin pun dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemenag Jatim pada awal Maret 2019.

KPK Kantongin Nama Pejabat Kemenag Keterlibatan Suap Jabatan

Setelah Haris di lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemenag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romi. Haris beserta Muafaq diduga memberikan suap kepada Romi terkait seleksi jabatan tersebut.

“Karena memang sejak awal kami mengidentifikasi ada dugaan upaya untuk mengubah agar nama HRS (Haris) masuk dalam tiga nama yang kemudian diusulkan dan akhirnya dipilih Menag,” ujar Febri.

Bukan hanya itu saja, KPK juga menemukan bahwa Romi tak hanya bermain pada proses jual beli jabatan di Kanwil Kemenag Jawa Timur.

KPK mengaku menerima banyak laporan, bahwa dirinya bermain di banyak daerah di Tanah Air. KPK pun berjanji akan mendalami hal tersebut.

KPK sudah menggeledah beberapa ruang kerja di Kemenag. Salah satunya ruangan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Didalamnya KPK menenukan uang Rp 180 juta dan USD 30 ribu.

klik

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!