KPK Selidiki Keterlibatan Gubernur Jambi Dugaan Korupsi

Be Sociable, Share!
KPK Selidiki Keterlibatan Gubernur Jambi Dugaan Korupsi

KPK Selidiki Keterlibatan Gubernur Jambi Dugaan Korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi Menduga bahwa Gubernur Jambi Zumi Zola dan Plt Kadis PUPR Arfan menerima uang suap dan gratifikasi sejumlah proyek  dengan jumlah sebesar Rp 6 miliar. KPK juga menduga uang yang di terimanya digunakan Zumi dan Arfan untuk menyuap anggota DPRD Jambi.

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, menyampaikan tidak masuk akal Arfan, Sebagai Plt punya kepentingan menyuap DPRD, Jika tidak ada keikusertaan dan perintah dari orang dalam. Namun untuk saat ini Arfan ssebagai Tersangka orang yang memberikan suap pada anggota DPRD.

“Cara berpikirnya seperti ini, apapun alasannya, pasti ada keikutsertaan dari kepala daerah dalam hal ini gubernur,” ujar Basaria

Suap ketok palu yang di berikan untuk anggota DPRD Jambi diduga, agar para anggota DPRD bersedia hadir dalam pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018.  KPK  telah menetapkan Arfan dan tiga tersangka lainnya dalam kasus suap pengesahan RAPBD Jambi 2018.

Pihak penyidik KPK menemukan uang Rp 4,7 miliar  salam kasus suap tersebut. KPK pun menduga  Uang tersebut bagian dari uang suap yang bernilai Rp 6 miliar yang akan diberikan kepada sejumlah anggota DPRD Jambi.

Basaria menuturkan bahwa uang suap untuk DPRD Jambi tersebut diduga dikumpulkan oleh  Gubernur  Zumi Zola dan Arfan dari para kontraktor pada proyek-proyek yang berada di Jambi.

“Apakah mungkin dari kantong Pak Gubernur, kan enggak. Pasti diterima, dimintakan, dari para pengusaha. Bentuk pemberian ini tidak boleh karena berlawanan dengan jabatannya,” jelas Basaria.

Kendati begitu, Basaria menyebut pihaknya masih melakukan pendalamana dan pembuktian terkait dugaan tersebut. Namun, dia menilai seharusnya Zumi Zola mengetahui tentang ‘suap ketok palu’ terkait pemulusan anggaran RAPBD Jambi tahun 2018.

KPK pun masih menelusuri keterlibatan pihak lain dalam pusaran kasus dugaan penerimaan suap dan gratifikasi sejumlah proyek di Provinsi Jambi. Untuk saat ini KPK telah menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola dan Plt Kadis PUPR Arfan sebagai tersangka.

KPK menyebutkan bawah tak kemungkinan keterlibatan istri Zumi Zola, Sherin Tharia dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek di Jambi.

Menurutnya, pihak penyidik KPK sedang mendalamin kasus suap ini. Apakah istrinya ada sangkut pautnya di dalam kasus suap tersebut.

Untuk saat ini Zumi dan Arfan disangkakan melanggar Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. Sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jakarta jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

detiktribun

 

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!