KPK Tahan Walikota Batu Eddy Rumpoko Dirutan Cipinang

KPK Tahan Walikota Batu Eddy Rumpoko Dirutan Cipinang

KPK Tahan Walikota Batu Eddy Rumpoko Dirutan Cipinang. Komisi Pemberantasan Korupsi menahan langsung Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Eddy di Rumah Tahanan di rutan klas 1 Cipinang, Jakarta Timur. Penahanan tersebut dilakukan selama 20 hari pertama

Juru Bicara KPK Febri Diansyah Menyebutkan bahwa penahanan tersebut dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim penindak KPK yang berada di Batu, Jawa Timur pada Sabtu, 16 September 2017.

Kedua tersangka lainnya. Mereka merupakan  Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan ULP Pemkot Batu Eddi Setiawan dan pengusaha bernama Filipus Djap

Penahanan terhadap Eddy Rumpoko dibedakan dengan kedua tersangka lainnya. Menurut Febri, hal tersebut dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus dugaan suap terkait pengadaan meubelair di Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.

“Eddi Setiwan di tahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur dan  Filipus Djap ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat,” ucap Febri.

Tiga orang tersebut di tetapkan sebagai tersangka. karena diduga terlibat tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait proyek pengadaan meubelair di Pemerintah Kota Batu tahun anggaran 2017.

Dari operasi senyap tersebut, tim penyidikan KPK mengamankan uang sekitar Rp 300 juta rupiah. Uang Rp 200 juta diterima oleh Eddy Rumpoko. Adapun Rp 100 juta diberikan kepada Eddi Setiawan dari Filipus.

Bukan hanya itu Komisi Pemberantasan Korupsi pun menyita mobil mewah milik Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko. Mobil Toyota Alphard tersebut diduga terkait dengan kasus suap proyek pengadaan mebel di Pemerintah Kota Batu.

“Kami menyita mobil Alpard berikut kuncinya serta uang senilai Rp 300 juta,”ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarief

Laode pun menjelaskan, Eddy Rumpoko dijanjikan uang Rp 500 juta oleh seorang pengusaha asal batu bernama Filipus Djap. Suap tesebut terkait proyek senilai Rp 5,2 miliar setelah dipotong pajak tersebut.

Sebelum penangkapan Eddy telah lebih dahulu menerima Rp 300 juta. Uang tersebut digunakan Eddy untuk melunasi mobil tersebut. Dan saat penerimaan kedua sebesar Rp 200 juta. Eddy ditangkap oleh tim penindakan KPK di rumah dinasnya di Kota Batu, Jawa Timur.

detiktribun

error: Content is protected !!